Sabtu, 15 Agu 2020 07:13 WIB

Tips Menghadapi Pesepeda di Jalan Raya

Luthfi Anshori - detikOto
Jalur kawasan khusus pesepeda masih diberlakukan di sejumlah titik Ibu Kota hari ini. Salah satunya berada di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Ilustrasi pesepeda di jalan raya. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Hadirnya kondisi new normal turut melahirkan tren baru, yakni bersepeda. Sekarang makin banyak orang yang mengandalkan sepeda untuk aktivitas harian, bahkan untuk berpergian jarak jauh sekalipun. Banyaknya jumlah pesepeda di jalan raya tentunya rentan menimbulkan konflik dengan pengguna kendaraan bermotor. Maka itu perlu kesadaran antar sesama pengguna jalan agar tidak terjadi aksi 'saling sikut'.

Seperti dijelaskan pereli Rifat Sungkar, dirinya tidak bisa mengelak ketika mengemudi mobil di jalan raya dan bertemu dengan rombongan pesepeda yang banyak.

Menurutnya sebagai sesama pengguna jalan harus saling menghargai. Selain infrastruktur jalan di Indonesia yang belum sepenuhnya mendukung jumlah pesepeda apalagi seperti sekarang ini yang sedang meningkat trennya, menurut Rifat kita semua harus saling berbagi jalan.

Jika menengok ke negara tetangga, Rifat mencontohkan kalau di Australia ada kampanye tentang berbagi dengan pesepeda di jalan raya. Kampanye "A Metter Matters", yang artinya antara kendaraan yang menggunakan mesin dan yang tidak menggunakan mesin itu harus menjaga jarak sejauh satu meter.

"Hal ini untuk mengantisipasi ketika tiba-tiba mobil berhenti, atau tiba-tiba ada mobil yang membuka pintu. Jadi sebelah-sebelahan itu harus satu meter jaraknya. Bukan depan-depanan ya," jelas Rifat, dalam keterangan resminya.

Hal seperti itu memang agak sulit diterapkan di sini, mengingat kondisi jalannya juga tidak banyak yang lebar. Jadi sebaiknya memang harus sama-sama saling mengerti. Yang naik sepeda tidak bergerombol sampai menghabiskan lebar jalan, dan yang naik mobil atau motor juga harus menjaga kecepatan ketika bertemu dengan rombongan sepeda.

"Kalau di Indonesia harus hati-hati, karena antara infrastruktur dan jumlah pesepeda itu tidak seimbang. Kita tidak bisa juga membatasi jumlah satu sama lainnya. Jadi harus ada saling pengertian sesama pengguna jalan," pungkas Rifat.



Simak Video "Ancaman Pidana di Balik Masuknya Pesepeda ke Tol Jagorawi"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com