Pernahkah kalian bertanya-tanya, kenapa pengendara motor yang merokok susah dinasihati? Bahkan, ketika ditegur, mereka justru lebih galak dan melakukan 'serangan balik'.
Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menjelaskan, pengendara motor yang merokok biasanya sudah menyalakan rokoknya sebelum memulai perjalanan. Namun, mereka tak mau mematikannya karena alasan 'tanggung'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak orang berkendara sambil merokok karena pertimbangan harga rokok sedang mahal, sehingga ketika dimatikan kemungkinan rasanya berubah karena udah kena angin atau bahkan si perokok itu merasa sayang," ujar Sony Susmana kepada detikOto, dikutip Rabu (28/1).
Merokok di Sepeda Motor Berbahaya untuk Diri Sendiri dan Orang Lain. Foto: Rangga Rahardiansyah |
Kondisi tersebut, kata Sony, yang membuat mereka sulit dinasehati. Jangankan diminta berhenti, ditegur saja mereka bisa 'meledak'.
"Tapi ada satu yang berbahaya, ketika mereka berkendara sambil ngerokok. Ketika abu rokok terbawa angin dan terkena mata pengendara lain atau yang ada di sekitar jalan, ini menyebabkan kerusakan fisik permanen atau sesaat," tuturnya.
Selain itu, kata Sony, perhatikan juga cara menegur atau menasihatinya. Menurutnya, pelanggar lalu lintas di Indonesia kebanyakan sumbu pendek. Sehingga, perlu sopan dan hati-hati saat memberikan peringatan.
"Kemudian banyak sekali yang sudah menegur di jalan raya, menurut gue itu harus dilakukan karena melanggar UU lantas, namun harus diperhatikan cara menegurnya, harus sopan, baik dan humble, jadi pengendara tidak tersinggung," tuturnya.
"Karena pengendara di Indonesia rata-rata sumbu pendek, egonya tinggi, sehingga kalau diperingati tidak mau. Jangankan kita, polisi aja mereka lawan. Jadi kita tegur dengan baik-baik, tapi tidak provokatif," kata dia menambahkan.
(sfn/din)













































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar