Penjelasan Lepas soal Komponen L8 Copot usai Hajar Speed Bump

Penjelasan Lepas soal Komponen L8 Copot usai Hajar Speed Bump

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 31 Jan 2026 15:50 WIB
Penjelasan Lepas soal Komponen L8 Copot usai Hajar Speed Bump
Lepas L8. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Salah satu komponen Lepas L8 copot saat dilakukan uji coba di Sirkuit Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) di Pusdik Lantas Lemdiklat Polri Serpong, Tangerang Selatan (29/1/2026). Begini penjelasan Lepas Indonesia.

Acara test drive Lepas L8 di fasilitas Pusdik Lantas dihentikan sementara, gara-gara salah satu unit test mengalami mogok. Unit Lepas L8 yang dikendarai oleh awak media tersebut ternyata mengalami masalah di bagian as roda kanan. Menurut penjelasan Lepas Indonesia, komponen yang bermasalah itu constant velocity joint atau CV Joint.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komponen Lepas L8 yang copot saat test drive di Sirkuit Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) di Pusdik Lantas Lemdiklat Polri Serpong, Tangerang Selatan (29/1/2026)Komponen Lepas L8 yang copot saat test drive di Sirkuit Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) di Pusdik Lantas Lemdiklat Polri Serpong, Tangerang Selatan (29/1/2026) Foto: Dok. Istimewa

"Fungsinya (CV Joint ini) untuk menyalurkan tenaga dari transimisi ke ban (depan)," ujar Lalu Indra, Product Manager of Lepas Indonesia, kepada wartawan di lokasi acara.

ADVERTISEMENT

Kata Indra, komponen CV Joint ini mengalami 'stres' karena diuji ekstrem menghadapi speed bump dengan kecepatan tinggi dan dilakukan secara berulang-ulang pada jeda waktu cukup singkat, tanpa mobil istirahat.

"Dan (kejadian CV Joint rusak) itu bukan yang pertama (kali saat mobil baru di-test drive), itu sudah lebih dari 10 kali. Dimulai dari jam 10 (pagi) terus jam 1 (siang), sudah dua jam (digunakan). Jadi ini normal. Apapun mobilnya bakalan begini juga, maksudnya karena getarannya nggak selesai-selesai, dan itu dalam waktu cepat," terang Indra.

"Pada dasarnya, ketika dia (CV Joint) dihantam dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam untuk polisi tidur, pasti semua mobil nggak nyaman," tambah Indra.

Sebagai informasi, mobil Lepas L8 yang digunakan dalam pengujian ini bukanlah mobil prototipe, melainkan mobil produksi yang sudah final.

Sementara Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia, menambahkan, kegiatan Lepas L8 Driving Control Challenge dirancang sebagai pengalaman berkendara yang dirancang untuk dilakukan dalam kondisi di luar penggunaan harian normal, termasuk skenario kecepatan lebih tinggi, serta permukaan jalan yang tidak rata seperti speed bump.

"Selain memberikan kesempatan kepada rekan media untuk merasakan langsung karakter berkendara Lepas L8, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Lepas untuk mendengarkan masukan secara dekat serta memperkaya perspektif internal, sejalan komitmen kami terhadap penyempurnaan produk yang berkelanjutan," kata Ricky dalam keterangannya.

Ricky menambahkan, selama pelaksanaan kegiatan, terdapat dinamika situasional yang teramati pada salah satu dari lima unit kendaraan yang digunakan. Kondisi ini bersifat individual dan tidak merepresentasikan kondisi maupun karakter keseluruhan lini produk. Saat ini, hal tersebut sedang ditinjau secara internal sebagai bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan berkelanjutan Lepas.

"Kami sangat menghargai perhatian, masukan, juga insight yang disampaikan, yang menjadi nilai penting dalam mendukung dialog terbuka Lepas, serta upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan kualitas produk dan pengalaman berkendara yang kami hadirkan," terangnya.

"Lepas tetap berkomitmen penuh untuk menjaga standar kualitas dan keselamatan tertinggi di setiap tahap pengembangan produk serta dalam setiap pengalaman berkendara yang kami berikan," tukasnya.




(lua/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads