Disanjung Kemenperin, Komodo Buatan Cimahi Dijual Rp 110 Juta

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 22 Jan 2021 11:39 WIB
Fin Komodo di IIMS
Fin Komodo Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta -

Fin Komodo, mobil offroad yang dirancang orang Indonesia. Mengusung nama Komodo, tentunya mobil berjenis buggy car ini cocok digunakan untuk menaklukkan medan offroad. Baru-baru ini, Fin Komodo mendapat penghargaan Kementerian Perindustrian dalam ajang Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020.

"Salah satu pemenangnya adalah PT Fin Komodo Teknologi yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, dengan menciptakan desain Fin Komodo KD 250 X," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta.

Fin Komodo, yang didesain oleh Ibnu Susilo, memenangkan penghargaan Grand Award IGDS 2020 kategori Design Product dengan mengalahkan ratusan peserta lainnya.

Mobil ini dirancang untuk melahap medan terjal, terlihat Fin Komodo menggunakan rangka tubular dengan sistem monokok. Ibnu yang punya latar belakang di bidang pesawat terbang merancang Fin Komodo dengan perancangan pesawat terbang sehingga mendapatkan rangka/bodi yang ringan tetapi kokoh untuk digunakan di medan off-road, serta dapat melindungi penumpang dari kondisi yang ekstrem secara aman.

Bodinya dibuat ringan dan kuat dari bahan komposit guna menahan lumpur dan kerikil yang dapat membahayakan pengemudi/penumpang serta untuk kenyamanan berkendaraan.

Bobot mobil yang sekilas mirip Jeep terbuka ini hanya 420 kilogram. Penggunaannya pun cukup mudah, begitu pula perawatannya. Sejak tahun 2018, PT Fin Komodo telah memproduksi delapan mobil multiguna Fin Komodo untuk pengguna dalam dan luar negeri.

Harganya pun cukup kompetitif. Per unitnya dibanderol hanya Rp 110 juta.

"Desain suatu produk benar-benar sangat memengaruhi selera pasar. Misalnya produk industri kalau sudah ada desainnya, tentunya pasti diikuti pengemarnya," kata Gati.

"Di level Asia, kalau produk kita sudah dilirik oleh acara-acara di luar negeri, berarti dia punya daya saing. Kalau sudah dapet penghargaan IGDS, daya saingnya pasti bisa lebih meningkat," ungkap Gati.

Selain untuk olahraga offroad, Fin Komodo diharapkan bisa digunakan sebagai kendaraan penghubung wilayah pedesaan atau di daerah terpencil.

"Dengan demikian, percepatan pemerataan ekonomi di perdesaan bisa tercapat dengan mobilisasi yang ditunjang oleh kendaraan multi fungsi seperti Fin Komodo," imbuh Gati.

Pengamat Desain Otomotif Rudi Budiman, sekaligus Juri IGDS 2020, menilai Fin Komodo mampu menjadi tonggak desain kendaraan multiguna di Tanah Air.

"Kehadirannya menjawab semua kebutuhan area rural dan sangat berpotensi untuk pengembangan desiain yang lebih spesifik," ujar Rudi.

Selain untuk mobilitas masyarakat, Fin Komodo dinilai dapat digunakan untuk kendaraan TNI dalam upaya menjaga wilayah perbatasan. Para penjaga hutan pun dapat memanfaatkan mobil ini untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan lantaran karena Fin Komodo mampu menjelajah kubangan dan tanah terjal dengan performa yang baik.

"Mobil ini juga bisa dipakai untuk evakuasi, penunjang kegiatan pertanian, pertambangan, perkebunan, dan kegiatan lain yang tidak dapat dijangkau kendaraan konvensional," terang Rudi.



Simak Video "Kala Obsesi Proyek 'Jurassic Park Komodo' Dihentikan UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/riar)