Harga Honda Super One resmi diumumkan di arena GIIAS 2026. Mobil listrik berukuran kompak ini dipasarkan mulai Rp 438 juta on the road Jakarta.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, harga tersebut sudah sesuai dengan positioning Super One di segmennya.
"Pertama, mobil ini diimpor dari Jepang ya, dan di Jepang itu harganya sudah sekitar Rp 390 jutaan, jadi kenapa mobil itu keluar dengan harga seperti ini itu banyak pertimbangannya juga," ungkap Billy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kami juga sejak awal memposisikan Super One itu bukan berkompetisi berdasarkan harga. Jadi harga Rp 438 juta itu memang harga yang kami anggap sangat-sangat bisa diterima oleh konsumen di Indonesia, terutama bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan listrik yang berbeda, kendaraan listrik yang memiliki karakter Honda, karakter listrik yang memiliki DNA Honda yaitu joy of driving yang sangat fun to drive," tambah Billy.
Sebagai informasi, Honda Super One menggendong baterai berkapasitas 29,6 kWh yang menjanjikan jarak tempuh 274 km dalam satu kali pengecasan. Pengisian daya sekitar 4,5 jam dengan charger biasa, dan sekitar 30 menit dengan pengisian daya cepat.
Selain itu, dengan menggunakan Honda Power Supply Connector, sebuah perangkat keluaran daya AC eksternal, Super-ONE dapat menghasilkan daya listrik hingga 1.500W. Daya tersebut dapat digunakan untuk mengoperasikan peralatan listrik di luar rumah atau sebagai sumber daya cadangan jika terjadi keadaan darurat.
Baca juga: Honda Brio Bisa Dicicil Mulai Rp 1 Jutaan |
Total ada 100 unit Honda Super One yang bakal dijual di Indonesia tahun ini. Pengiriman ke konsumen akan dimulai pada Agustus hingga Oktober 2026. Kemudian untuk tahun depan, Honda masih belum mengungkap rencana kuota pemesanan Super One.











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek