Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta pemilik mobil-mobil mewah berhenti isi bahan bakar subsidi. Bahkan, dia juga mendesak mereka lebih sering menggunakan hati nuraninya.
Setelah harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik, banyak pemilik kendaraan akhirnya shifting atau beralih ke Pertalite. Namun, pemilik mobil mewah, apalagi sekelas BMW, jangan sampai mengikuti jejak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil, dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/9).
"Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," tambahnya.
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Kota Balikpapan telah menerapkan jadwal pengisian BBM bersubsidi jenis pertalite untuk kendaraan roda empat pada pukul 22.00-06.00 WITA dan truk menggunakan sistem ganjil genap sebagai upaya menjaga stok BBM setelah kuota yang disetujui oleh BPH Migas hanya 51.868 kiloliter dari usulan awal sebesar 177.039 kiloliter. ANTARA FOTO/Angga Palguna/nym. Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna |
Bahlil mengklaim, masih menimbang-nimbang rencana penerbitan regulasi khusus untuk mengatur pembatasan peralihan konsumsi BBM. Kini, yang bisa dia lakukan, hanya memberikan imbauan ke penggunaan kendaraan di Indonesia.
"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ungkapnya.
Lebih jauh, Bahlil juga mengaku, tak pernah membeli dan mengonsumsi BBM subsidi. Dia sekali lagi mengingatkan, masyarakat mampu lebih sering menggunakan hati saat mau mengisi bahan bakar.
"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," tuturnya.
"Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," kata Bahlil menambahkan.











































