Tak lama setelah meluncur di Indonesia, kami langsung menjajal Honda Vario EVO 160 untuk penggunaan harian selama seminggu. Nah, dengan sederet ubahan, termasuk di bagian mesin, seberapa irit konsumsi BBM skuter matik tersebut?
Sebagai gambaran, Honda Vario EVO 160 yang kami pakai merupakan varian tertinggi atau ABS. Kendaraan tersebut menggunakan mesin eSP+ berpendingin cairan dengan kapasitas 156,9 cc yang mampu menghasilkan tenaga 15.4 PS dan torsi 14 Nm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrikan melakukan optimalisasi minor di area sistem pengapian. Hal tersebut membuat torsi kendaraan naik 0.2 Nm dibandingkan model sebelumnya. Selain itu, bobot motor juga naik sekira 1-2 kg.
Selama proses pengujian, kami hanya berputar-putar di kawasan Bekasi, Jakarta dan sekitarnya. Sementara pengetesannya menggunakan metode full to full untuk mencari tahu angka paling akurat.
Sebelum mulai pengetesan, kami lebih dulu mengisi penuh tangki kendaraan dengan bahan bakar RON 92. Kami juga me-reset trip meter untuk memastikan semuanya benar-benar dimulai dari awal.
Konsumsi BBM Honda Vario EVO 160
Konsumsi BBM Honda Vario EVO 160. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com |
Sepanjang perjalanan, kami sama sekali tak menggunakan mode idling stop system atau ISS yang membuat mesin padam saat motor didiamkan sekian detik. Selain itu, kami juga tak terlalu menerapkan teknik berkendara ECO driving.
Sementara rute yang dipilih perpaduan jalan raya yang padat, jalur perumahan yang lengang, gang-gang sempit dan tanjakan yang tak terlalu curam.
Selama pengetesan, kami lebih sering mengendarai motor di kecepatan 60-70 km/jam. Sementara kecepatan puncak kami hanya mencapai 90 km/jam. Padahal, kendaraan itu diklaim bisa melesat hingga 109 km/jam.
Setelah melalui perjalanan sejauh 43,8 km, kami kemudian kembali ke SPBU untuk kembali memenuhkan tangki BBM. Hasilnya, sepanjang perjalanan itu, kendaraan menghabiskan 1,05 liter bahan bakar.
Itu tandanya, dengan rumus hitung-hitungan full to full, Honda Vario EVO 160 punya konsumsi BBM 41,7 km/liter. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari nominal di MID yang mencapai 42,6 km/liter.
Namun, perlu dicatat, angka itu dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi jalan yang dilintasi, gaya berkendara, hingga bobot pengemudi.
(sfn/din)













































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun