Satu per Satu Insentif Dicabut, Keistimewaan Mobil Listrik China Berakhir?

Satu per Satu Insentif Dicabut, Keistimewaan Mobil Listrik China Berakhir?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 07 Jul 2026 12:16 WIB
SHANGHAI, CHINA - APRIL 17: Aerial view of trucks loaded with new energy vehicles for export at a terminal of Shanghai port on April 17, 2025 in Shanghai, China. (Photo by Long Wei/VCG via Getty Images)
Mobil Listrik di Shanghai, China. Foto: VCG via Getty Images/VCG
Jakarta -

Pemerintah China akan mencabut satu insentif pajak lagi buat kendaraan listrik. Mulai tahun depan, kendaraan listrik tertentu tak lagi dapat keistimewaan bebas pajak kendaraan tahunan.

Dikutip dari CNEV Post, China akan menghapus keringanan pajak kendaraan untuk beberapa kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) mulai 1 Januari 2027. Ini menjadi langkah terbaru Pemerintah China untuk mengurangi dukungan pajak bagi industri tersebut seiring dengan terus meningkatnya penetrasi NEV hingga mencapai rekor tertinggi.

Jenis kendaraan yang akan dicabut insentif pajaknya antara lain kendaraan komersial listrik, kendaraan plug-in hybrid (termasuk extended-range), dan kendaraan komersial sel bahan bakar. Selain itu, kebijakan pengurangan separuh pajak kendaraan untuk kendaraan hemat energi juga akan dibatalkan. Hal itu disebutkan dalam sebuah pernyataan bersama dari Kementerian Keuangan, Administrasi Perpajakan Negara, dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, mobil penumpang listrik berbasis baterai dan mobil penumpang sel bahan bakar tidak terpengaruh oleh penyesuaian tersebut. Berdasarkan undang-undang pajak kendaraan China, kedua jenis kendaraan ini tidak memiliki kapasitas mesin dan karenanya berada di luar cakupan pajak, sehingga tetap tidak dikenakan pajak.

ADVERTISEMENT

Ini berarti mobil penumpang kendaraan listrik baterai (BEV) akan terus menikmati pajak kendaraan nol. Mobil listrik yang bebas pajak tahunan saat ini telah menjadi segmen terbesar NEV di China.

Untuk diketahui, pajak kendaraan di China adalah pajak properti yang dikenakan setiap tahun kepada pemilik atau pengelola kendaraan. Untuk mobil penumpang dengan kapasitas mesin lebih dari 1,6 liter hingga 2,0 liter, misalnya, pajak tahunan berkisar antara 360 yuan hingga 660 yuan (Rp 950 ribuan sampai Rp 1,7 jutaan).

Setelah penyesuaian berlaku, pemilik kendaraan yang dicabut insentifnya harus membayar pajak kendaraan untuk kendaraan yang baru dibeli dan yang telah dibeli sebelumnya. Tarif yang berlaku ditentukan oleh pemerintah tingkat provinsi.

Kementerian Keuangan China mengatakan kebijakan insentif, yang berlaku sejak 2012, telah memainkan peran positif dalam mendorong konsumen untuk membeli NEV dan kendaraan hemat energi. Namun, industri NEV China telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan lingkungan kebijakan telah berubah.

Pada tahun 2025, penjualan kendaraan energi baru (NEV) di China mencapai 16,49 juta unit. Kendaraan yang lebih ramah lingkungan itu menyumbang lebih dari 50% dari penjualan mobil baru domestik.



(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads