ADVERTISEMENT

Mimpi Buruk Pebalap MotoGP: Patah Tulang 40 Kali, Operasi, Termutilasi

Doni Wahyudi - detikOto
Jumat, 08 Jul 2022 07:15 WIB
HOHENSTEIN-ERNSTTHAL, GERMANY - JUNE 19: Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team after his crash at turn one during the race of the MotoGP Liqui Moly Motorrad Grand Prix Deutschland at Sachsenring Circuit on June 19, 2022 in Hohenstein-Ernstthal, Germany. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Pebalap MotoGP kerap mengalami kecelakaan dan dapat cedera serius (Foto: Getty Images/Steve Wobser)
Jakarta -

Kecelakaan dan cedera parah yang dialami Marc Marquez menunjukkan kalau MotoGP benar-benar olahraga berbahaya. Cedera dan patah tulang adalah hal yang benar-benar biasa. "Saat pensiun kami sudah termutilasi," cetus Remy Gardner.

Dengan kecepatan maksimal mencapai lebih dari 300 km/jam, MotoGP adalah salah satu olahraga paling berbahaya di dunia. Jika di Formula 1 pebalap dapat perlindungan dari mobilnya yang begitu kokoh, maka rider MotoGP dalam posisi terbuka dan begitu rawan dapat celaka.

Apa yang dialami Marc Marquez adalah contoh paling nyata dari tingginya risiko jadi pebalap MotoGP. Dua tahun setelah kecelakaan mengerikan yang dialami di Spanyol, kondisinya belum pulih benar. Marquez berulang kali menyatakan kalau cedera tersebut sampai membuatnya berpikir untuk pensiun.

Remy Gardner, debutan MotoGP yang kini memperkuat Tech 3 KTM Factory Racing, menyebut rider seharusnya menjadi pihak yang paling dilindungi dalam bisnis pertunjukan MotoGP. Pembahasan ini muncul menyusul pemecatan Romano Fenati secara sepihak oleh Tim Speed Up pada kelas Moto2.

Fenati dinilai gagal menunjukkan performanya setelah dari enam balapan pertama Moto2 dia hanya bisa finis di urutan 11 sebagai capaian terbaik.

Moto2 rider Remy Gardner of Australia celebrates after winning the championship, at the end of the Valencia Motorcycle Grand Prix, the last race of the season, at the Ricardo Tormo circuit in Cheste, near Valencia, Spain, Sunday, Nov. 14, 2021. (AP Photo/Alberto Saiz)Remy Gardner curhat soal cedera yang sudah dia dapat di ajang balap motor (AP Photo/Alberto Saiz) Foto: AP Photo

"Aku merasakan hal yang sama, bahwa kami butuh memberikan perlindungan lebih pada para pebalap. Semuanya mendapat perlindungan, kecuali kami. Saya berada di dalam komisi keselamatan ketika hal ini mengemuka, dan Marc Marquez menjadi salah satu pebalap yang bersuara soal masalah gaji minimal yang seharusnya diterima pebalap," ucap Gardner dalam podcast TheRace.

"Mungkin Marquez mengatakan itu karena dia merasa, bahwa saat berhenti membalap, kamu tahu, kami akan dalam kondisi kacau. Pada dasarnya kami termutilasi ketika finis (kariernya)," lanjut Gardner.

[Lanjut Halaman Berikutnya >>Sisi Gelap Rider MotoGP: Cedera, Cedera, Cedera]



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT