ADVERTISEMENT

Ini Alasan Motor MotoGP Nggak Bisa Kebut-kebutan di Jalan Raya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 07 Jul 2022 11:21 WIB
HOHENSTEIN-ERNSTTHAL, GERMANY - JUNE 19: MotoGP race start during the race of the MotoGP Liqui Moly Motorrad Grand Prix Deutschland at Sachsenring Circuit on June 19, 2022 in Hohenstein-Ernstthal, Germany. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Motor MotoGP nggak bisa dikendarai di jalan raya, ini alasannya. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Motor MotoGP punya performa yang cukup tinggi. Karena hanya digunakan di lintasan balap, motor MotoGP haram kebut-kebutan di jalan raya. Ini alasannya.

Direktur Teknologi MotoGP Carrado Cecchinelli mengungkapkan perbedaan mendasar antara motor MotoGP dengan motor jalan raya. Utamanya adalah soal legalitas motor itu.

"Saya cuma bisa bilang, jangan kendarai motor MotoGP di jalan raya. Mungkin polisi akan menyetop Anda," kata Cecchinelli dalam sebuah video yang ditayangkan MotoGP.

Yang pertama, kata Cecchinelli, adalah soal spesifikasi motor MotoGP yang tidak legal di jalan raya. Motor-motor MotoGP tidak dilengkapi dengan perlengkapan standar untuk digunakan di jalan raya.

"Saya mulai dari hal dasar yang bisa terlihat secara visual, kami (motor MotoGP) tidak punya lampu utama, kami tidak punya standar samping, kami tidak punya starter, kami tidak punya lampu sein, juga kami tidak punya muffler sehingga sangat bising, kami tidak punya lampu rem, tapi kami punya lampu hujan di belakang," bebernya.

Bannya juga sangat berbeda. Ban MotoGP membutuhkan temperatur panas agar performanya maksimal.

"Banyak yang bilang ban slick tanpa kembang lebih baik dibandingkan ban dengan kembang. Tapi sebenarnya keduanya sangat berbeda. Motor MotoGP butuh panas untuk bannya. Dan (ban MotoGP) butuh temperatur tinggi untuk bekerja (dengan maksimal) yang nggak akan bekerja (dengan maksimal) di jalan raya," ujarnya.

Rem juga memiliki perbedaan signifikan. Motor MotoGP memiliki rem cakram karbon.

"Tapi kami memiliki fitur yang tidak mengenakkan bahwa (rem karbon) tidak bisa bekerja (maksimal) di temperatur rendah, dan lebih baik di temperatur tinggi," katanya.

Perbedaan selanjutnya adalah transmisi. Motor MotoGP menggunakan transmisi jenis seamless gearbox. "Di mana punya waktu yang sangat sedikit untuk menautkan dua gir dalam waktu yang sama. Ini membuat perpindahan gigi lebih mulus dan membuat akselerasi lebih baik," jelasnya.

Sementara dari segi mesinnya, motor MotoGP didesain secara khusus untuk balapan. Mesinnya bisa disesuaikan pengaturannya.

"Motor MotoGP hanya sangat bertenaga dan spesial yang didesain untuk balap. Sistemnya membutuhkan beberapa pengaturan, penanganan. jadi motor MotoGP tidak siap untuk digunakan di jalan raya," sebut Cecchinelli.

"Suspensi sangat baik dalam semua hal. Maksudnya, suspensi motor MotoGP lebih ringan, hidrolik lebih baik, tapi tidak ada perbedaan signifikan, Anda bisa menukarnya."

Selanjutnya sistem elektronik. Di Motor MotoGP meski tenaganya lebih besar, tapi tidak punya beberapa fitur elektronik yang dibutuhkan di motor jalan raya.

"Kami tidak punya suspensi elektronik, kami tidak punya ABS, kami tidak punya kontrol stabilitas. Namun, kami punya fungsi yang sangat canggih dan bisa disesuaikan untuk trek," katanya.

Terakhir perbedaan material. Motor MotoGP menggunakan material kelas wahid yang lebih ringan dan kuat. Namun, secara desain sama saja dengan motor jalan raya.

"Perbedaan materialnya, kami punya swing arm serat karbon, sasis serat karbon yang diperkuat, material itu leih baik dalam hal ringan dan kuat," sebutnya.

Tentunya soal kecepatan juga menjadi perhatian. Motor MotoGP bisa ngebut sampai lebih dari 350 km/jam yang sangat bahaya jika dilakukan di jalan raya.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT