Jualan Motor Listrik Alva Bisa Meroket Tanpa Subsidi, Kok Bisa?

Jualan Motor Listrik Alva Bisa Meroket Tanpa Subsidi, Kok Bisa?

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 24 Jun 2026 14:12 WIB
Pekerja memeriksa sepeda motor listrik Alva N3 usai penandatanganan naskah kerja sama penyediaan infrastruktur logistik berbasis sepeda motor listrik antara perusahaan otomotif Alva, Dash, dan Kalista di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa
Alva N3 Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Jakarta -

Brand motor listrik lokal Alva membuktikan kendaraan listrik masih laku jika tidak disubsidi pemerintah. Alva mencatatkan lompatan penjualan yang signifikan dari tahun ke tahun.

"Jadi antara 2024 ke 2025 kita tumbuh 52 persen. Angka 3.000 ke 4.500 unit. Demand-nya terjadi, bahkan 2025 bisa menjual lebih banyak tanpa adanya insentif," jelas Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Adit menambahkan, testimoni positif dari para pengguna awal atau early adaptors menjadi kunci utama dalam mengubah pola pikir masyarakat di tengah melambungnya harga BBM non-subsidi di tahun 2026 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bacanya konsumen yang sudah beli akhirnya merasakan manfaatnya, yang akhirnya mereka memberitahukan kepada orang-orang di sekitar mereka. Ada pilihan lain kalau misalnya mau mencari kendaraan utama untuk sehari-hari," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Faktor terbesar di balik lonjakan angka 4.500 unit tersebut adalah kehadiran model ALVA N3. Model ini sengaja dirancang untuk menyasar pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih terjangkau.

Alva juga meluncurkan skema penyewaan baterai untuk menekan harga. Strategi ini terbukti jitu mendongkrak penjualan sejak diperkenalkan pada pertengahan tahun lalu.

"N3 itu kan baru dikirim bulan April 2025. Kemudian kita juga mulai menawarkan opsi sewa baterai itu di bulan Juni akhir 2025. Jadi memang ini hal-hal yang berkontribusi terhadap pertemuan demand untuk Alva sendiri," papar Adit.

Selain fokus pada pasar konsumen ritel, Alva juga agresif memperluas penetrasi pasarnya di sektor operasional komersial. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kemitraan dengan penyedia layanan ride-hailing raksasa di Indonesia untuk menyediakan armada bagi para mitra pengemudi.

"Kita punya kerjasama strategic sama Grab," pungkas Adit.

Pada akhir tahun 2025, Alva memiliki 180 konektor di 150 lokasi. Hanya dalam waktu 6 bulan (Januari hingga Juni 2026) jumlahnya melonjak drastis menjadi 355 konektor di 170 lokasi. Tim Alva rata-rata memasang 1 konektor baru setiap harinya selama tahun 2026.

Secara pemetaan geografis, jaringan pengisian daya Alva kini diklaim sebagai yang terbesar untuk roda dua di Indonesia. Koridor utama Jawa-Bali sudah sepenuhnya terhubung, seperti rute Jakarta-Bandung via Puncak, jalur lingkar Jawa Tengah (Semarang-Salatiga-Solo-Jogja), hingga area Surabaya-Gresik-Malang.

Lantaran penetrasi pasar yang kuat, serta kesiapan ekosistem charging station meluas, tren positif ini diprediksi akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.

"2026 ini mungkin bocorannya adalah demand-nya naik, mungkin akan lebih dibandingkan tahun 2025 gitu ya," tambah Adit.




(riar/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads