Toyota Motor Corporation resmi mempererat kerja sama dengan start up mobil terbang asal Amerika Serikat, Joby Aviation. Keduanya sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk memproduksi mobil terbang bertenaga listrik.
Disitat dari Kyodo News, Kamis (2/7), Toyota menyebut tahap awal kolaborasi itu akan berfokus membangun fondasi produksi untuk kendaraan masa depan tersebut. Selain itu, kerja sama juga bertujuan meningkatkan kapasitas produksi Joby agar mampu memenuhi permintaan yang diprediksi terus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan patungan itu diberi nama Joby Toyota Aero Manufacturing Preparation Co. dan akan bermarkas di California, Amerika Serikat. Toyota menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51%, sementara sisanya dimiliki Joby Aviation.
Mobil terbang Joby. Mereka menjalin kerja sama dengan Toyota dan membentuk perusahaan baru. Foto: Doc. Joby |
Toyota sendiri bukan pemain baru dalam pengembangan mobil terbang. Pabrikan Jepang tersebut telah lama menjadi investor Joby Aviation, perusahaan yang mengembangkan electric vertical takeoff and landing (eVTOL) atau pesawat listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Lewat pembentukan joint venture ini, Toyota semakin menunjukkan keseriusannya masuk ke bisnis mobilitas udara masa depan. Pengalaman Toyota di bidang manufaktur diharapkan dapat mempercepat proses produksi komersial pesawat listrik buatan Joby.
Langkah Toyota juga sejalan dengan tren pabrikan otomotif, terutama dari China, yang mulai mengembangkan mobil terbang untuk kebutuhan massal. Meski hingga sekarang belum ada regulasi pasti, namun cepat atau lambat kendaraan tersebut akan menghiasi langit-langit kota.












































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE