Rabu, 16 Sep 2020 18:40 WIB

Mobil Zaman Now Gampang Banget Penyok, Kenapa?

Ridwan Arifin - detikOto
Fortuner-Volvo terlibat kecelakaan lalu lintas Mobil-mobil sekarang gampang penyok karena punya body tipis. Kenapa begitu? (Istimewa)
Jakarta -

Ada anggapan kalau mobil-mobil keluaran terbaru punya bodi lebih tipis ketimbang sebelum tahun 2000-an, yang membuat lebih mudah penyok saat terbentur atau kecelakaan. Adakah alasan di balik mobil yang kini berpelat lebih tipis?

Sebuah Toyota Fortuner mengalami kerusakan parah di bagian depan dalam sebuah kecelakaan di jalan tol. SUV tersebut mengalami kerusakan setelah menabrak Volvo tua, yang justru tidak mengalami kerusakan parah.

Pengamat Otomotif sekaligus Akademisi dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu,membenarkan kalau mobil-mobil kekinian memang punya pelat body lebih tipis. Tapi itu diiringi dengan teknologi yang lebih maju.

"Rancangan struktur dan kulit metal untuk bodi mobil sekarang sudah berkembang dengan sangat pesat. Jika dulu semuanya dibuat dari pelat tebal adalah akibat keterbatasan teknologi pada zamannya," kata Yannes saat dihubungi detikcom, Rabu (16/9).

"Dampaknya, mobil-mobil berteknologi struktur lama acapkali menggunakan pelat tebal. Hal inilah yang kemudian dianggap oleh masyarakat awam sebagai mobil yang kuat dan tidak mudah penyok," sambung dia.

Ketebalan pelat, sambung Yannes, juga memengaruhi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mobil-mobil zaman dulu punya pelat yang lebih tebal tapi konsumsi BBM-nya lebih boros dari mobil produksi keluaran terbaru saat ini.

"Dampak lainnya dari ketebalan pelat metal yang dipergunakannya membuat mobil semakin berat yang kemudian harus disematkan mesin penggerak dengan kapasitas yang lebih besar lagi agar dapat melaju kencang. Hal ini lah kemudian yang membuat penggunanya sering mengeluhkan soal borosnya penggunaan BBM pada mobil lama. Belum lagi teknologi mesinnya yang masih belum sesempurna saat ini dalam efisiensi penggunaan BBM-nya," urai Yannes.

Yannes melanjutkan bodi mobil yang mudah penyok itu merupakan bagian dari sistem keselamatan sebuah mobil. Saat ini untuk mengetahui kekuatan mobil terletak pada struktur rangkanya. Setidaknya ada dua struktur rangka pada mobil penumpang, yaitu ladder dan monokok.

"Sekarang semuanya sudah berubah. Pendekatan rancangan struktur mobil sudah dibagi dua secara tegas. pertama main cage structure yang terbuat dari baja diperkeras yang sangat rigid dengan tujuan agar 'kerangkeng' ini dapat melindungi penumpang di dalam kabin semaksimal mungkin."

"Kedua, body shell, terbuat dari meterial pelat baja tipis dengan tujuan agar beban total material yang harus diangkut dan didorong oleh motor penggerak dapat semakin ringan," jelas Yannes.

Kemajuan teknologi ini pada akhirnya dapat mengurangi kapasitas 'CC' mesin disamping juga semakin meningkatkan efisiensi penggunaan BBM nya.

"Lalu, akibat lain dari bobotnya yang semakin ringan, maka mobil dapat lebih cepat berhenti saat direm, karena energi kinetiknya berkurang akibat semakin rendahnya bobot total kendaraan," tutur Yannes.

Dia melanjutkan, mobil-mobil sekarang diharuskan memiliki teknologi pedestrian protection atau perlindungan pejalan kaki. Teknologi itu mengharuskan bodi mobil bisa menyerap benturan biasa pada bagian depan dan belakang.

"Untuk menyerap sebanyak mungkin energi kinetik akibat tabrakan frontal, terutama dari bagian depan dan belakang area yang kita kenal dengan istilah crumple zone," ungkap Yannes.

Crumple zone berada di depan dan belakang cage structure dan memang disiapkan menggunakan material yang lebih ringkih demi menyerap energi momentum tabrakan sebanyak mungkin, bahkan pada bagian bumper (menggunakan plastik lentur) dan kap mesin dan bagasi dibuat lebih tipis lagi dengan tujuan untuk mengurangi dampak cedera saat menabrak manusia/pejalan kaki, yang istilahnya dikenal dengan nama 'pedestrian friendly'.

"Dampak dari pendekatan engineering tersebutlah yang menghasilkan desain mobil dengan ketebalan pelat bodi menjadi lebih tipis. Dampaknya memang sangat dirasakan oleh konsumen, jika mobil terserempet sedikit saja langsung penyok," ungkapnya.



Simak Video "Coaching Clinic Toyota Fortuner, Pahami Safety Driving"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com