Wuling Motors menghadirkan unit spesial Wuling Eksion hasil kolaborasi dengan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) di arena pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mengusung konsep Urban Lifestyle, SUV listrik ini tampil lebih sporty dan premium tanpa menghilangkan identitas desain aslinya.
Sekilas, perubahan pada Wuling Eksion memang tidak terlihat berlebihan, malah pendekatan modifikasi yang sederhana membuat tampilannya semakin menarik. Penggunaan velg aftermarket berdesain sporty, dipadukan roof rack di bagian atap, memberikan karakter baru yang cocok untuk mobilitas perkotaan maupun aktivitas akhir pekan.
Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, mengatakan kolaborasi bersama NMAA bertujuan menunjukkan bahwa Wuling Eksion punya desain yang kuat, sekaligus fleksibel untuk dipersonalisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modifikasi Wuling Eksion bergaya kalcer Foto: Dok. Wuling |
"Kami ingin menginspirasi masyarakat bahwa kendaraan listrik bukan hanya menghadirkan teknologi dan juga inovasi, tetapi juga bisa menjadi media ekspresi personal tanpa menghilangkan kualitas, kenyamanan, dan identitas desain Wuling Eksion," ujar Danang.
Konsep modifikasi yang diterapkan mengusung gaya OEM+ (Original Equipment Manufacturer Plus). Artinya, seluruh ubahan dilakukan secara proporsional tanpa mengubah karakter utama kendaraan. Hasilnya, tampilan Wuling Eksion tetap terlihat seperti mobil pabrikan, tetapi memiliki aura yang lebih sporty dan premium.
Selain roof rack dan velg baru, mobil ini juga mendapat sentuhan berupa custom front lip, side skirt, rear lip spoiler, suspensi yang dibuat lebih rendah, serta tambahan LED fog lamp mini projie pro 7. Untuk kaki-kaki, Wuling Eksion menggunakan velg Volk Rays OG TE37 berukuran 19 inci yang dipadukan ban Accelera Iota EVT ukuran 245/45 R19.
Seluruh ubahan tersebut dirancang untuk memperkuat proporsi bodi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun karakter SUV listrik modern yang menjadi ciri khas Wuling Eksion.
Founder NMAA, Andre Mulyadi, menjelaskan pendekatan OEM+ dipilih agar modifikasi tetap terlihat elegan dan relevan dengan tren gaya hidup urban.
"Modifikasi kendaraan listrik bisa dilakukan secara proporsional dengan tetap menghormati desain asli kendaraan. Kami berharap konsep ini dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan industri modifikasi kendaraan listrik di Indonesia," bilang Andre.
(lua/riar)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek