Rabu, 16 Sep 2020 10:51 WIB

Memahami Crumple Zone dalam Kasus Fortuner Ringsek Parah Akibat Menabrak Volvo

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Fortuner-Volvo terlibat kecelakaan lalu lintas Bagian depan Toyota Fortuner hancur setelah menabrak Volvo tua (Istimewa)
Jakarta -

Sebuah Volvo tua ditabrak dari belakang oleh Fortuner. Bagian belakang Volvo tahun 1997 ternyata baik-baik saja, justru sisi depan Toyota Fortuner yang ringsek parah.

Peristiwa tersebut diceritakan langsung oleh korban kecelakaan pada detikOto. Terjadi di tol dalam kota arah Tanjungpriok, pengemudi Volvo bernama Bramedi Putra ditabrak dari arah belakang saat berkendara dalam kondisi hujan.

"Terus tiba-tiba saya ditabrak mobil Fortuner, mobil saya kepelintir dua kali sempat balik arah, sudah diam, saya hidupin, saya putar balik mobil saya," kata Bramedi dalam perbincangan melalui telepon.

Yang kemudian menarik perhatian, kondisi bagian belakang Volvo 960 itu tidak mengalami kerusakan parah. Di sisi lain, bagian bemper depan Fortuner kelir putih hancur berantakan tak berbentuk lagi.

"Saya sempat panik dan shock melihat itu Fortuner, lampunya di mana, bempernya di mana, 'waduh' dalam hati saya, hancur nih mobil (Volvo 960), tapi pas begitu saya turun nggak kenapa-kenapa, cuma dikit (kerusakan-Red)," urai Bramedi.

Kerusakan parah pada bagian depan Fortuner dalam pembahasan keselamatan berkendara bisa dikaitkan dengan Crumple Zone.

Apa itu Crumple Zone?

Crumple Zone (zona benturan) yaitu sebuah zona di kendaraan yang didesain untuk menyerap energi kinetik saat kecelakaan. Bagian tersebut memang sengaja dibuat mudah hancur dengan tujuan kabin penumpang tidak mengalami kerusakan, yang artinya pengemudi dan penumpang di dalam kabin punya peluang selamat lebih tinggi.

Pada awalnya, teori desain mobil percaya bahwa membuat mobil harus dengan bahan yang sangat kaku, tahan selama kecelakaan, dan tidak terlalu banyak deformasi ketika terjadi benturan. Namun itu bukan tanpa efek samping. Konsekuensi yang muncul adalah semua energi kinetik dari benturan kendaraan mengalir ke penghuni mobil yang bisa berakibat fatal.

Teori fisika memiliki penjelasan mengapa crumple zone diperlukan. Hukum Isaac Newton menyatakan, sebuah benda bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan yang sama dan arah yang sama kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan yang tidak seimbang. Demikian dikutip dari Autoevolution.

Jika sebuah kendaraan dikendarai pada kecepatan 80 km/jam, maka kendaraan yang berhenti tiba-tiba menjadi seperti dinding yang kokoh. Tubuh penghuni kendaraan akan terus mengikuti arah gerakan kendaraan. Saat terjadi benturan, jika bagian depan mobil terlalu keras maka energi akan tersalurkan ke dalam kabin mobil.

Lalu bagaimana crumple zone bekerja? Crumple zone umumnya berada di bagian depan dan belakang mobil. Zona itu akan menyerap energi kecelakaan yang dikembangkan saat terjadi benturan.

Crumple zone dirancang secara khusus sehingga memungkinkan mudah terdeformasi. Sementara bagian kabin penumpang diperkuat dengan menggunakan baja berkekuatan tinggi dan bahan lainnya sehingga keselamatan penghuni kendaraan lebih terjamin.



Simak Video "Coaching Clinic Toyota Fortuner, Pahami Safety Driving"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com