Crumple zone pada mobil akan mudah hancur dengan maksud agar kabin penumpang tidak ikut rusak sehingga penghuni mobil selamat. Hal itu berbeda dengan teori desain kendaraan lama.
Seperti dilansir Autoevolution, teori desain mobil beberapa sebelum ditemukannya crumple zone menyebut bahwa membuat mobil harus dengan bahan yang sangat kaku, tahan selama kecelakaan, dan tidak terlalu banyak deformasi ketika terjadi benturan. Namun, konsekuensinya semua energi kinetik dari benturan kendaraan mengalir ke penghuni mobil yang bisa berakibat fatal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sebuah kendaraan dikendarai pada kecepatan 80 km/jam, maka kendaraan yang berhenti tiba-tiba menjadi seperti dinding yang kokoh. Tubuh penghuni kendaraan akan terus mengikuti arah gerakan kendaraan. Saat terjadi benturan, jika bagian depan mobil terlalu keras maka energi akan tersalurkan ke dalam kabin mobil.
Lalu bagaimana crumple zone bekerja? Crumple zone umumnya berada di bagian depan dan belakang mobil. Zona itu akan menyerap energi kecelakaan yang dikembangkan saat terjadi benturan.
Crumple zone dirancang secara khusus sehingga memungkinkan mudah terdeformasi. Sementara bagian kabin penumpang diperkuat dengan menggunakan baja berkekuatan tinggi dan bahan lainnya sehingga keselamatan penghuni kendaraan lebih terjamin. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu