Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy, dua segmen itu dipercaya bakal menjadi tulang punggung penjualan. Namun, Jonfis tidak yakin kalau segmen lainnya akan naik di tahun depan.
"Tahun depan diprediksi LCGC dan SUV akan menjadi pilihan konsumen karena trennya ke arah sana. Yang lain kemungkinan turun," kata Jonfis di Karawang, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara total market, mudah-mudahan 5-10 persen naik untuk LCGC tahun depan. Karena memang LCGC lain dengan produk lain. Kalau yang lain kan banyak di kota besar sekitar 50 persen. Untuk LCGC 32 persen di kota besar. Masih cukup besar potensialnya di luar daerah," sebut Jonfis.
SUV juga begitu. Tak hanya di Indonesia, tren di dunia mengarah ke SUV. Makanya, Honda tak segan bakal menjual BR-V mulai tahun depan.
"Market SUV dari dulu sudah di otak kita dan sekarang ada SUV 7 seater. Dua segmen itu yang akan naik, sedangkan mungkin lainnya akan turun," tambahnya.
Namun, hal itu tidak membuat Honda tutup mata dengan segmen lainnya. Mobil sedan, MPV, city car dan hatchback tetap menjadi perhatian.
"Semua segmen kita konsentrasi, tapi ada segmen yang fokus yaitu SUV dan LCGC. Segmen sedan terus terang tidak kita bisa fokus penuh. MPV dan SUV masih jadi fokus," terangnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun