Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 02 Maret 2017, 18:59 WIB

Aksi Kakek Pemulung Tambal Jalan Berlubang Pakai Uangnya Sendiri

Bayu Ardi Isnanto - detikOto
Aksi Kakek Pemulung Tambal Jalan Berlubang Pakai Uangnya Sendiri Foto: Bayu Ardi Isnanto
Sragen - Di bawah terik sinar matahari, tampak seorang pria tua sedang menurunkan dua karung semen dari becaknya, di jalan Desa Gondang-Tunjungan, Rabu (1/3/2017). Becak yang berisi barang-barang rongsokan miliknya itu sengaja diparkir menutup separuh badan jalan agar tidak ada yang mengganggu aktivitasnya.

Mengenakan celana pendek dan baju lengan pendek, sepertinya ia telah terbiasa dengan panasnya sinar matahari. Hanya sebuah caping yang melindungi kepalanya.

Seorang diri, ia mengaduk semen dan pasir dengan campuran air yang dia ambil dari sawah. Adonan semen itu kemudian dia tuangkan ke dalam lubang-lubang jalan sedalam 10 cm.

Dia adalah Sadiyo Cipto Wiyono. Pria 65 tahun itu tinggal di Dukuh Grasak RT 42 RW 11 Desa/Kecamatan Gondang, Sragen. Mbah Sadiyo, sapaannya, bekerja sebagai pemulung.


Aksi Kakek Pemulung Tambal Jalan Berlubang Pakai Uangnya SendiriFoto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Meski penghasilannya tidak seberapa, Sadiyo selalu menyisihkan sebagian uang untuk membeli semen. Semen tersebut dia gunakan untuk menambal jalan yang berlubang. "Kalau semen, saya beli sendiri. Nanti pasirnya minta sisa-sisa di rumah orang yang sedang membangun. Kadang dikasih, kadang tidak dikasih," katanya.


Aksi Kakek Pemulung Tambal Jalan Berlubang Pakai Uangnya SendiriFoto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Mbah Sadiyo mengaku penghasilannya hanya sekitar Rp 100 ribu untuk satu minggu. Dalam lima sampai enam hari. Dia berkeliling mengumpulkan barang-barang rongsokan. Setelah terkumpul, rongsokan itu ia jual. "Kalau beruntung bisa dapat Rp 150 ribu,* ungkapnya.

Niatnya memperbaiki jalan rusak berawal dari pengalamannya yang pernah jatuh terperosok akibat jalan berlubang. "Saya berebut jalan dengan kendaraan. Saya mengalah, tapi ternyata ada lubang. Ban becak saya sampai membentuk angka '8'. Untung barang rongsokan saya sudah diikat kencang, jadi tidak jatuh," ungkap dia.

Peristiwa itu terjadi pada 2012. Semenjak itu, Sadiyo berjanji kepada dirinya untuk menambal jalan berlubang yang dia lihat. "Bahkan ada tetangga saya yang jatuh, patah tulang. Dia beri tahu saya kalau ada jalan berlubang. Setelah dapat rezeki ya saya tambal jalannya," kata kakek 7 cucu ini.

Mbah Sadiyo mengaku sama sekali tidak dibayar oleh pihak mana pun untuk menambal jalan berlubang. "Saya niatkan untuk ibadah. Ada orang yang ingin ikut membantu karena mengira saya dapat proyek dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum). Tapi setelah tahu tidak ada bayarannya, dia langsung pergi," ujar pria kelahiran 7 April 1952 itu.

Aksi Kakek Pemulung Tambal Jalan Berlubang Pakai Uangnya SendiriFoto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom


"Saya ini memang miskin. Tapi batin saya tidak miskin," tutupnya.

Aksi Mbah Sadiyo pun mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Polisi mengapresiasi dan mendukung aksi itu. "Kami turut mengatur lalu lintas ketika mengetahui Mbah Sadiyo menambal jalan," kata Kapolsek Gondang AKP Yohanes Trisnanto.

Yohanes mengakui jalan aspal desa banyak yang rusak. Penerangan juga minim. Jadi, saat malam, kondisinya membahayakan. "Sering ada yang jatuh. Saya pikir jalan rusak ini karena faktor cuaca. Kalau pas kemarau juga baik-baik saja," kata Yohanes. (try/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed