ADVERTISEMENT

Tak Perlu HP Canggih, QR Code buat Beli Pertalite dan Solar Bisa Diprint

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 30 Jun 2022 06:26 WIB
Jakarta -

Pertamina akan memberlakukan pembatasan pembelian Pertalite dan Solar agar bahan bakar minyak (BBM) subsidi lebih tepat sasaran. Pemilik kendaraan roda empat yang ingin membeli Pertalite dan Solar harus terdaftar dan menunjukkan QR Code.

PT Pertamina Patra Niaga akan membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022. Dari pendaftaran, pengguna akan mendapatkan QR Code yang dapat digunakan untuk pembelian BBM Subsidi di SPBU Pertamina.

Menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, tahapan pendaftaran untuk membeli Pertalite dan Solar tidak sulit. Tinggal mengakses situs subsiditepat.mypertamina.id dan siapkan dokumen yang dibutuhkan. Adapun syarat yang diperlukan antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung. Jika seluruh syarat telah dipenuhi, masyarakat bisa melakukan konfirmasi 'daftar sekarang'.

"Data yang sudah didaftarkan akan diverifikasi atau dicocokkan dengan kesesuaian persyaratan. Jika semua terpenuhi maksimal 7 hari kerja, maka pengguna tersebut akan dinyatakan terdaftar dan menerima QR Code melalui email, atau melalui notifikasi di website," jelas Alfian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/6/2022).

Namun, jika menerima notifikasi adanya kekurangan atau ketidakcocokan dokumen, kamu bisa mencoba kembali melakukan pengisian data kendaraan dan identitasnya sesuai rekomendasi kekurangan yang ada.

Untuk membeli bahan bakar Pertalite dan Solar, masyarakat harus menunjukkan QR Code yang didapatkan setelah pendaftaran. QR Code itu bisa ditunjukkan dari aplikasi MyPertamina di ponsel. Jika tak punya HP canggih nggak perlu khawatir, sebab QR Code yang diterima juga bisa diprint out dan dibawa fisiknya ke SPBU ketika ingin melakukan pengisian Pertalite dan Solar. QR Code tersebut kemudian akan dicocokkan datanya oleh operator SPBU.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, tahapannya sangat mudah, yang penting memastikan sudah daftar dan memastikan datanya sudah terkonfirmasi. Jika sudah menerima QR Code, maka transaksi akan berjalan seperti biasa," imbuhnya.

Pada tahap awal, rencana lokasi awal diterapkan pembatasan Pertalite dan Solar ini ada di 11 kota dan kabupaten, antara lain Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjarmasin, Kota Yogyakarta, dan Manado. Untuk kota lain pendaftaran akan dilakukan secara kontinu memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem, sekaligus untuk mengakomodir kendaraan baru yang dibeli masyarakat.

(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT