Jangan Lagi Sopir Bus Pariwisata Tidur di Bagasi!

ADVERTISEMENT

Jangan Lagi Sopir Bus Pariwisata Tidur di Bagasi!

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 20 Mei 2022 20:36 WIB
Kandang macan di dalam bus
Ilustrasi bagasi bus. (Foto: Instagram @onibusmsc)
Jakarta -

Kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Ardiansyah di Tol Mojokerto, Senin (16/5/2022) terjadi karena pengemudi bus mengalami kelelahan dan deep sleep. Agar kejadian itu tidak terulang lagi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengimbau kepada tempat-tempat wisata supaya menyediakan tempat istirahat yang layak bagi para pengemudi dan kru bus.

Dalam keterangan resminya, KNKT selaku lembaga non-struktural yang memiliki tugas untuk melakukan investigasi dan penelitian kecelakaan transportasi di Indonesia mengatakan terus mengupayakan agar kejadian kecelakaan yang disebabkan karena faktor manusia berupa kelelahan (fatigue) seperti ini tak terulang lagi.

"Beberapa tahun terakhir ini KNKT sangat peduli dan fokus dengan faktor kelelahan yang merupakan faktor dominan terjadinya kecelakaan dengan aktif mengkampanyekan ketersediaan tempat peristirahatan bagi pengemudi baik di terminal maupun di tempattempat wisata. Selain itu, KNKT juga telah dua kali mengirimkan surat kepada Kementerian Pariwisata untuk memberikan himbuan terkait penyediaan tempat peristirahatan secara gratis bagi pengemudi di kota-kota dan tempat-tempat wisata seperti Yogyakarta, Bandung, Bali, Candi Borobudur, dan lainnya. Namun hingga saat ini kedua surat tersebut belum
kunjung ditanggapi," tulis KNKT dalam keterangan resmi (19/5/2022).

Bus Ardiansyah menabrak tiang VMS di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), KM 712.400A. Kecelakaan tersebut menewaskan 14 orang.Bus pariwisata PO Ardiansyah menabrak tiang VMS di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim

Berdasarkan temuan KNKT di lapangan, kejadian kecelakaan diawali dari Surabaya pada pukul 20.00 hari Sabtu malam dan tiba di Dieng pukul 04.00, lalu wisata di sekitar Dieng sampai pukul 16.00 dan setelah itu menuju Yogyakarta. Setibanya di Yogyakarta, perjalanan wisata dilanjutkan ke Malioboro hingga pukul 22.00. Rombongan kembali menuju Surabaya pada pukul 24.00, kemudian sekitar pukul 04.30 di KM 712.400/A Tol Surabaya-Mojokerto kecelakaan itu pun terjadi.

Dari situ KNKT melihat adanya aktivitas perjalanan yang begitu panjang secara terus menerus tanpa diselingi waktu untuk beristirahat dengan benar dan berkualitas bagi pengemudi. Maka jika dilihat dari performa kerja manusia secara normal hal ini jelas bahwa pengemudi mengalami kelelahan, sehingga sangat memungkinkan terjadinya kondisi di mana seseorang secara tiba-tiba tertidur selama beberapa detik (micro sleep) dan menurunnya tingkat kewaspadaan.

"Kebanyakan saat wisata atau melakukan perjalanan panjang pengemudi bus itu dibiarkan istirahat hanya bertempat di dalam bagasi mobil. Padahal definisi beristirahat yang benar itu adalah pengemudi harus benar-benar tidur (deep sleep) posisi badan semuanya relaks, karena dengan deep sleep itu hormon drakula (dracula hormone melatonin) akan diproduksi tubuh secara optimal dan dengan begitu ketika kita bangun badan kita akan terasa segar," terang Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono.

Soerjanto pun menekankan kepada agensi perjalanan atau para pemandu wisata agar dapat membuat program wisata yang baik dengan memikirkan waktu dan tempat beristirahat berkualitas untuk para pengemudi, serta terpenuhinya kesiapan pengemudi untuk bekerja secara fisik maupun mental. Karena faktanya sampai hari ini peran seorang pengemudi masih kurang dihargai, khususnya dalam hal keselamatan saat wisata.

"Mengingat bahwa 95% manusia di bumi merupakan manusia siang, di mana siang hari waktunya bekerja dan malam hari waktunya beristirahat. Di mana secara biologis, tubuh menyesuaikan hal ini, sehingga utang tidur malam hari tidak akan bisa digantikan dengan waktu tidur yang dilakukan pada siang hari meski 12 jam pun karena si hormon drakula itu dapat diproduksi oleh tubuh, sebab pada siang mataharinya muncul," tukas Soerjanto.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT