Kelelahan Mengemudi Bus di Tol Lebih Bahaya Dibanding Kelelahan di Jalan Raya

ADVERTISEMENT

Kelelahan Mengemudi Bus di Tol Lebih Bahaya Dibanding Kelelahan di Jalan Raya

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 18 Mei 2022 06:51 WIB
Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya baru saja meluncurkan layanan Bus Trans Jawa, di Pulogebang Jakarta Timur, Kamis (14/2). Bus ini mampu melaju 120 km/jam di jalan Tol.
Mengemudi bus di jalan tol lebih melelahkan dibandingkan di jalan raya. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kecelakaan bus di jalan tol kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah bus pariwisata PO Ardiansyah yang menabrak tiang Variable Message Sign (VMS) di KM 712.400A Tol Mojokerto, Senin (16/5/2022). Kecelakaan ini terjadi diduga karena sopir pengganti yang mengemudikan bus dalam kondisi mengantuk.

Dijelaskan oleh Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, kelelahan mengemudi bus di jalanan bebas hambatan lebih bahaya jika dibandingkan kelelahan ketika mengemudi di jalan raya atau jalan provinsi.

"Fatigue (kelelahan) mengemudi di jalan tol itu lebih berbahaya dari pada fatigue mengemudi di jalan biasa (non tol)," terang pria yang akrab disapa Sani kepada detikOto, Selasa (17/5/2022).

Menurut Sani, jalan tol yang didominasi jalan lurus dengan pemandangan yang monoton akan membuat sopir bus lebih cepat jenuh dan lebih cepat lelah.

"Inilah (fenomena) yang tidak disadari. Tapi persepsi yang ada di (masyarakat) kita, lewat jalan tol itu (justru) dianggap enak karena cepat," terang Sani.

Lanjut Sani menambahkan, berbagai bahaya mengintai sopir bus yang mengalami kelelahan ketika membawa kendaraan di tol. Yang paling sering dialami adalah gejala microsleep atau kondisi di mana sopir tidak sadar bahwa dirinya tidur ketika posisi mengemudi, sehingga membuat kendaraannya lepas kontrol.

Seperti dikutip dari detikJatim, bus pariwisata PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan, kecepatannya lebih dari 100 km/jam. Sebelum kecelakaan bus itu melaju dari barat ke timur atau dari Jombang ke Surabaya. Tiba di KM 712.400A Tol Mojokerto, bus mendadak oleng ke kiri diduga sopir mengantuk.

"Sopir baru sadar saat roda kiri ke bahu jalan, kemudian ke tanah, lalu menabrak batas jalan (atau guard rail) di sebelah kiri," ungkap Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio kepada wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Senin (16/5/2022).

Setelah menabrak besi pembatas sebelah kiri jalan tol, lanjut Heru, sopir bus berupaya membanting setir ke kanan tetapi sudah tidak bisa, sehingga bus menabrak tiang tanda pesan-pesan atau tiang VMS di kiri jalan tol.

"Tiang yang begitu kuatnya sampai roboh seperti itu bisa kita lihat dan mungkin bisa kami pastikan bahwa kecepatan yang bersangkutan lebih dari 100 km/jam," ujarnya.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT