Rabu, 15 Mei 2019 20:31 WIB

Mau Indonesia Ekspor Hingga 400.000 Unit? Ini Kata Gaikindo

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi Ekspor Foto: Pradita Utama Ilustrasi Ekspor Foto: Pradita Utama
Jakarta - Bukan rahasia jika industri otomotif jadi salah satu penggerak perekonomian satu negara. Jadi wajar jika setiap negara saat ini bersaing untuk bisa menjadi basis produksi satu kendaraan, dan berharap bisa melakukan ekspor kendaraan ke berbagai negara.

Untuk Indonesia sendiri, ekspor kendaraan buatan Indonesia tercatat sebesar 346 ribu unit atau setara USD 4,78 miliar pada tahun 2018. Tahun kemarin, ekspor mobil CBU sudah menyentuh di angka 264 ribu unit, dan yang bentuk CKD sekitar 82 ribu unit, sehingga total menembus 346 ribu unit.



Dan pemerintah melalui Kemenperin, seperti yang disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, tahun 2019 Indonesia menargetkan akan mencapai angka ekspor hingga 400 ribu unit.

Gaikindo juga mencatat, volume ekspor mobil CBU Indonesia mencapai 264.553 unit pada 2018 atau naik 14,4 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 231.169 unit. Kenaikan juga dialami ekspor komponen yang tercatat di angka 86,6 juta pcs pada 2018 atau tumbuh 6,6 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 81,2 juta pcs.

Kinerja positif lainnya ditunjukkan melalui capaian produksi kendaraan roda empat atau lebih pada tahun 2018 yang menembus hingga 1,34 juta unit atau setara USD 13,76 miliar.



Gaikindo pun menuangkan pendapatnya dengan mengatakan, langkah apa yang perlu diterapkan agar target angka ekspor 400.000 unit bisa tercapai.

"Memang kita harus mengembangkan market kita, supaya jumlah jenis kendaraan bertambah. Berkali-kali saya katakan, kalau kita hanya punya satu macam kendaraan, tentunya kita market ekspor kita sangat sempit," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, di Jakarta.

"Tapi kalau market terbuka, dalam artian kita punya SUV, punya sedan, kita punya MPV maka kita bisa main ke mana aja. Ini yang kita inginkan dari pemerintah supaya peraturan mendukung ke arah sana," kata Nangoi.

Dikesempatan yang sama juga, Nangoi juga mengatakan akan ada penambahan model yang akan di ekspor dari Indonesia.



"Saya tahu akan ada beberapa model baru yang akan di ekspor tapi saya belum berani ngomong. Akhir tahun ada beberapa produk baru lagi yang akan kami ekspor, ini akan kami sampaikan ke Perindustrian bahwa ekspor kita sudah akan mulai lebih banyak," ujar Nangoi.

"Nah, harapan kami pemerintah bisa memberikan fasilitas dalam hal peraturan-peraturan yang lebih fleksibel sehingga jenis kendaraan yang kami produksi bisa lebih banyak dan cecara bottom line total ekspor kita bisa naik," ucapnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed