LIPI sebelumnya sukses mengkonversi mesin mobil konvensional Toyota Kijang keluaran 1990 menggunakan mesin listrik. Nah setelah itu, LIPI juga siap melayani masyarakat Indonesia yang ingin menggunakan mesin listrik yang diklaim ramah lingkungan itu.
Hal itu diungkapkan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman di sela-sela media gathering di Bandung, Kamis (18/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahrul menjelaskan dana yang harus disiapkan oleh konsumen sebesar Rp 150 juta.
Dana tersebut dipergunakan untuk mengganti mesin mobil dan mengantikan penggerak as roda dengan motor 3 phase bertegangan 96 VAC dan baterai LED ACID sebanyak 16 buah.
Motor listrik itu bisa mengeluarkan tenaga sebesar 52 hp dengan torsi 156 Nm.
Sedangkan untuk performa, motor listrik tersebut dapat dipacu hingga 120 km/jam dengan jarak tempuh 75 km. LIPI mengklaim motor listrik itu cukup diisi ulang dengan waktu 6 jam dengan tegangan 220 volt.
"Kita melihat semakin borosnya penggunaan bahan bakar minyak. Dan kita menawarkan solusi yang baik untuk kepentingan bersama dengan menjaga agar minyak tetap utuh," ucapnya.
Sementara Ketua Peneliti Temilek LIPI Abdul Hapid menjelaskan penggunaan baterai untuk sementara menggunakan LED ACID karena bahannya tergolong murah dan tidak menggunakan seperangkat baterai ion litium yang saat ini harganya masih sangat mahal yakni sekitar Rp 250 juta.
Namun untuk kedepannya LIPI akan mengaplikasikan baterei berbasis ion litium yang dinilai cukup baik.
"Namun pemasangan ion litium tidak menutup kemungkinan menyebabkan harga konversi menjadi lumayan wah. Tapi jika ada pemilik mobil yang bersedia kita siap untuk melayaninya," tambahnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun