Kamis, 07 Mar 2019 17:45 WIB

Tanda-tanda Sokbreker Motor Harus Sudah Diganti

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sokbreker merupakan salah satu komponen penting di motor. Sokbreker berfungsi sebagai peredam kejut yang dihasilkan saat motor dikendarai. Maka itu kondisi sokbreker, terutama yang bagian belakang harus diperhatikan kondisinya agar tetap baik.

Seperti dilansir dari laman suzuki.co.id, sokbreker masuk dalam kategori komponen slow moving. Artinya, masa pemakaian komponen ini cukup lama. Tidak seperti oli atau kampas rem yang lebih cepat diganti.

Sokbreker juga punya masa pakai, walaupun memang tidak ada patokan pasti berdasarkan apa, karena hal ini tergantung dari pemakaian pengendara serta kondisi dan karakter jalan yang sering dilalui.


Meski demikian, ada baiknya detikers yang memiliki motor mulai melakukan pengecekan ketika motor sudah memasuki usia pakai di atas 2 tahun lebih. Lakukanlah pengecekan detail kalau motor sudah dipakai lebih dari 2 tahun, walaupun mungkin belum tentu rusak, tapi paling tidak gejala rusak sudah bisa diketahui.

Dari sisi pemakaian, shokbreker belakang lebih sering bekerja keras, karena hampir semua berat motor dan pengendara bertumpu pada suspensi belakang. Itulah sebabnya, jika motor sudah cukup lama dipakai, sebaiknya pemilik mulai meluangkan waktu untuk mengecek kondisi peredam kejut tersebut.

Lalu gimana cara mendeteksinya? Ada dua cara yang bisa lakukan untuk mendeteksi kerusakan sokbreker. Pertama dengan melihatnya secara fisik, yakni mengecek apakah pada sokbreker belakang, khususnya pada bagian tabung as ada rembesan oli atau tidak.


Jika gejala itu ada, maka sokbreker harus diperbaiki atau diganti sekalian dengan sokbreker baru. Kalau tidak yakin dengan penglihatan saja, detikers bisa melakukan pengetesan sokbreker yang bocor dengan cara naik motor berboncengan. Lalu rasakan bantingan sokbreker belakang, jika rebound alias gaya balik sokbreker terasa terlalu mantul-mantul atau goyang, itu tandanya kebocoran oli sudah parah.

Hal itu terjadi karena hanya ulir per yang bekerja sebagai pegas. Sementara tabung as sudah tidak bekerja. Efeknya, motor akan terasa bergoyang, terutama ketika melewati jalan bergelombang. Untuk perbaikan jangka pendeknya, oli yang bocor memang bisa diganti dengan oli baru dan karet sil baru. Tapi di bengkel - bengkel resmi, umumnya menyarankan penggantian komponen sokbreker secara keseluruhan. (lua/ruk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed