PPKM Darurat Bikin Mobil Jarang Dipakai, Ini Cara Merawat Mobil Manual dan Matic

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 02 Jul 2021 08:06 WIB
Transmisi mobil otomatis Hyundai yang menggunakan shiftronic
Ini cara merawat mobil transmisi manual dan otomatis di masa PPKM Darurat. Foto: Hyundai
Jakarta -

Mobilitas masyarakat akan semakin dibatasi seturut berlakunya PPKM Darurat. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan diberlakukan di Jawa dan Bali pada tanggal 3-20 Juli 2021 demi menekan laju penularan virus Corona yang semakin tak terkendali. Meski ruang gerak makin dibatasi, urusan perawatan mobil jangan sampai diabaikan.

Berikut tips merawat mobil manual dan mobil matic, seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya. Untuk diketahui, masing-masing jenis transmisi mobil memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk cara merawatnya.

Perbedaan Transmisi Manual dan Otomatis

Transmisi manual lebih dahulu digunakan karena mekanisme kerjanya tidak rumit. Seiring waktu, transmisi matic mulai dimanfaatkan karena meniadakan pedal kopling sehingga membuat pengguna mobil merasa lebih nyaman karena tidak perlu menggunakan pedal kopling ketika berkendara, terlebih disaat kondisi macet. Namun demikian, transmisi manual lebih andal di rute tol atau antar kota yang bebas macet karena sanggup menyalurkan tenaga lebih cepat. Meski begitu, perlu diketahui perawatan kedua jenis transmisi ini sehingga lebih aman dalam berkendara.

Perawatan Transmisi Manual

Bagian pertama yang wajib dirawat adalah kopling mekanis. Hindari kebiasaan buruk seperti tidak menekan pedal kopling secara benar saat perpindahan gigi atau kasar saat melepas dan menekan. Hindari pula kebiasaan menahan setengah kopling saat di tanjakan karena akan mempercepat keausan pada kampas kopling. Jangan meletakkan kaki di pedal kopling saat mobil berjalan karena akan mempercepat keausan kopling.

Yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas oli transmisi manual yang bekerja melumasi gigi transmisi, synchromesh, dan komponen lain di dalam rumah transmisi. Oli transmisi manual yang terjaga kualitasnya akan melindungi gigi transmisi, memudahkan perpindahan gigi, dan menambah panjang usia pakai transmisi.

Perawatan Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis memanfaatkan tekanan oli dan Torque Converter untuk menggerakkan perpindahan gigi. Torque Converter menggantikan kopling mekanis dan seluruh komponen yang berada di dalam transmisi terendam oli. Artinya, pelumas memegang peran penting dalam menjaga performa transmisi matik.

Automatic Transmission Fluid (ATF) memiliki tugas sebagai pelumas seluruh komponen bergerak, baik di dalam torque converter maupun rumah transmisi. Selain itu, ATF juga harus menyalurkan tenaga hidrolis bertekanan tinggi untuk mengoperasikan kopling dalam rangka menyalurkan daya mesin dan melakukan perpindahan gigi.

Ada beberapa tipe ATF di mobil Toyota sesuai dengan teknologi yang diaplikasikan. Mulai dari Dexron II sampai IV, T-IV, WS, dan CVT, memiliki spesifikasi yang berbeda terkait kekentalan fluida dan performa lain seperti kemampuan menyerap panas dan melindungi komponen dari gaya gesek. Penggunaan ATF yang salah akan mempengaruhi performa transmisi matik.

Merawat Transmisi Mobil

Pengoperasian yang benar menjamin transmisi mobil dapat bekerja dengan baik tanpa kendala. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan teknisi bengkel resmi jika menemukan ketidaknyamanan atau keanehan pada transmisi ketika berkendara, termasuk dalam menentukan jenis oli yang sesuai untuk mobil kesayangan.

Servis berkala juga menjadi kunci perawatan transmisi mobil. Sesuai dengan implementasi PPKM darurat Jawa-Bali,maka perawatan transmisi mobil bisa dilakukan di rumah, caranya dengan memanfaatkan fasilitas servis di rumah seperti layanan Toyota Home Service.

(lua/din)