Jangan Asal Beli, Kenali Busi yang Pas buat Motormu

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 29 Jun 2021 20:10 WIB
Busi motor yang digunakan para pelaku pencurian saat rilis di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/10/2016)
Beli busi enggak boleh sembarangan (Nugroho Tri Laksono/detikcom)
Jakarta -

Busi menjadi komponen penting untuk memantik pembakaran di dalam mesin motor. Busi berfungsi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar serta membantu melepas panas dari ruang pembakaran.

Peranti ini perlu diganti secara rutin. Jika kondisinya sudah tidak bagus, pembakaran pada mesin motor tentu jadi kurang sempurna. Melihat peran busi yang sangat penting dalam sepeda motor, para pengendara perlu memilih busi yang asli dan berkualitas agar memberikan kinerja maksimal pada sepeda motor.

"Pemillihan serta penggunaan busi yang tepat dan sesuai standard, dapat memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar, sehingga akan meningkatkan performa mesin dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dalam berkendara," kata Antonius Widiantoro, selaku manager Public Relations, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Untuk memilih busi yang pas buat motor, jangan asal beli. Kamu sebaiknya kenali dulu busi apa yang cocok untuk motor. Bagaimana caranya? Berikut 3 hal yang perlu diperhatikan untuk memilih busi motor seperti disampaikan Yamaha Indonesia melalui siaran persnya.

1. Ukuran busi

Pastikan ukuran busi terutama diameter ulir, panjang ulir dan jangkauan insulator sesuai dengan spesifikasi mesin. Karena jika tidak sesuai maka kemungkinan busi akan longgar, overheat, terkena endapan karbon sehingga pengapian tidak sempurna, dan bahkan bisa merusak piston.

2. Angka panas busi

Pastikan angka panas busi yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan, karena apabila angka panas busi yang dipakai terlalu besar atau busi terlalu dingin, maka akan mengakibatkan pengendapan karbon pada busi anda (carbon fouling). Dan jika angka yang dipakai terlalu kecil atau busi terlalu panas, maka busi akan mengalami overheat dan mengakibatkan misfire (gagal pengapian).

Angka panas busi akan tertera pada model busi, contohnya pada busi NGK Iridium motor Yamaha dengan kode CR8. C itu merupakan kode ulir 10mm, R artinya busi resistor, dan 8 adalah angka tingkat panas busi.

Semakin tinggi angka busi (7,8,9) maka termasuk golongan busi dingin. Sebaliknya, jika semakin rendah angkanya (di bawah 6) maka termasuk golongan busi panas.

Busi dingin memiliki insulator pendek yang cepat melepas panas, cocok digunakan pada motor dengan performa tinggi, seperti motor balap. Sedangkan busi panas lebih cepat panas dan lebih lambat dalam melepaskan panas, sehingga cocok digunakan untuk motor sehari-hari.

3. Penampilan fisik busi

Pastikan busi yang dipakai dalam kondisi prima. Perhatikan beberapa ciri fisik busi antara lain:

- Gasket (ring) sangat sulit dilepas
- Metal shell lebih mengkilap karena melalui proses chromium plating Cr3
- Ulir terminal nut lebih halus dan rapi
- Konstruksi ujung elektroda, gap dan penyambungan pada busi sangat rapi.



Simak Video "Geber Gas Mobil Sebelum Matikan Mesin Mobil, Biar Kenapa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)