7 Hal yang Harus Dihindari saat Mengemudi Mobil di Musim Hujan

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 28 Nov 2020 09:13 WIB
Berkendara di musim hujan
Tips berkendara mobil di musim hujan. Foto: detikFoto
Jakarta -

Hujan mulai rutin mengguyur wilayah Jabodetabek. Bagi pengendara mobil, jangan remehkan mengemudi di kondisi cuaca ekstrem. Ada 7 hal yang harus Anda hindari saat berkendara mobil di musim hujan.

Satu kesalahan kecil bisa mengakibatkan kecelakaan ketika hujan turun lantaran kondisi jalan berbeda dari normal. Kondisi jalan yang licin bisa berpotensi membentuk genangan air, sehingga dapat mengakibatkan aquaplaning. Yang tidak kalah penting, jarak pandang pengemudi yang memburuk seiring kian derasnya hujan yang turun.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, perlu menjaga kewaspadaan saat mengemudi di musim hujan. detikers sebaiknya menghindari beberapa kesalahan kecil yang berujung fatal. Apa saja hal yang sebaiknya dihindari tersebut?

1. Tidak Menjaga Kondisi Ban

Ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban yang melakukan kontak langsung dengan jalan. Oleh karenanya, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin, telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak.

2. Tidak Memeriksa Komponen Mobil

Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu, wiper, termasuk cairan pembersih kaca. Lampu depan yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan. Lampu senja, sein, dan rem yang mati membuat pengguna jalan lain tidak bisa memantau manuver mobil Anda.

3. Tidak Mengukur Kemampuan Mobil

Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi di jalanan kering. Sangat dianjurkan untuk mengurangi kecepatan mobil agar lebih mudah memantau kondisi sekitar dan mengendalikan mobil kala melewati genangan air.

4. Tidak Menjaga Perilaku Berkendara

Saat hujan turun, kinerja komponen penting seperti rem dan ban akan menurun drastis. Jangan terpancing emosi dengan melakukan manuver berbahaya seperti memacu mobil atau pindah jalur tiba-tiba. Apalagi bila kondisi jalan macet. Kesabaran Anda akan diuji supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak.

5. Tidak Waspada Melewati Genangan Air

Jaga kewaspadaan dan kurangi kecepatan ketika melalui genangan air. Perhatikan baik-baik dengan mengamati mobil atau kendaraan lain yang ada di depan dan tidak melakukan pengereman mendadak, yang bisa membuat mobil hilang kendali. Cukup angkat kaki dari pedal gas dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Tidak bermain ponsel atau kegiatan yang mendistraksi fokus juga dapat menjaga kewaspadaan.

6. Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard hanya dipakai saat berhenti di kondisi darurat. Misal saat berhenti di bahu jalan tol untuk mengganti ban yang bocor. Cukup nyalakan lampu senja atau fog lamp waktu hujan turun. Atau jika pandangan terbatas bisa dibantu lampu utama. Lampu hazard justru mengganggu pandangan dan membuat bingung pengguna jalan lain jika digunakan tidak semestinya.

7. Tidak Rutin Servis Berkala

Sederhana saja, servis berkala memastikan seluruh komponen mobil dapat berfungsi optimal, temasuk saat hujan turun. Selain itu, spare parts yang sudah waktunya diganti karena usia pakai, aus atau rusak akan diganti dengan yang baru untuk menjaga kinerja mobil.



Simak Video "Begini Rasanya CBR150R dengan Aura Big Bike"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)