Cara Cek Kondisi Ban Mobil Masih Layak Pakai atau Tidak di Musim Hujan

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 27 Nov 2020 10:41 WIB
Sebuah mobil melaju saat hujan
Ilustrasi mengemudi di tengah hujan, perhatikan kondisi ban Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Saat musim hujan, kewaspadaan pada kendaraan perlu jadi perhatian lebih. Kesehatan ban jadi hal wajib untuk diperiksa oleh pengguna kendaraan seperti mobil.

Jika alur pada permukaan ban telah habis lalu melewati genangan air. Kemungkinan besarnya akan mengalami hydroplaning, yakni kondisi ketika ban akan mengambang pada permukaan karena daya cengkeram yang kecil. Hal itulah yang menyebabkan selip hingga menimbulkan kecelakaan.

Langkah pertama yang harus dilakukan pemilik mobil sebelum berkendara yaitu mengisi angin ban sesuai ketentuan dari pabrikan, biasanya tercantum pada pilar A di dekat pintu pengemudi.

Hal ini guna menghindari under inflation, cirinya kondisi ban sering mengalami 'kurang angin' sehingga menyebabkan beban kendaraan semakin berat yang berakibat borosnya konsumsi bahan bakar.

Selanjutnya, Instruktur Sentul Driving Course (SDC) Rudy Novianto ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengecek kelaikan ban.

Untuk mengetahui kondisi ban memasuki masa pensiun bisa melihat tanda Tread Wear Indicator (TWI). Biasanya terdapat di bagian tepi ban berupa segitiga kecil, serta di bagian telapak ban yang berbentuk tonjolan, namun tidak sampai setinggi kembang ban. Apabila ketebalan ban Anda telah menyentuh batas tersebut, maka ban Anda sudah aus dan harus segera diganti.

Yokohama BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058Perhatikan alur kembang ban Foto: dok. Yokohama Indonesia

"Kalau dari ban baru katakanlah 8 sampai 10 mm tebal daging normal, nanti semakin lama akan terbaca ban semakin lama akan tipis, nah ketika permukaan ban yang menyentuh dengan aspal hampir menyentuh permukaan TWI kira-kira 2 mm, sebenarnya indikasi siap-siap untuk mengganti ban," ujar Rudy.

"Karena bila TWI sudah habis artinya udah mulai rata dengan permukaan aspal tentu grip sudah sangat berkurang dan tidak safe lagi," kata Rudy.

Cara lain untuk mengecek kelaikan ban ialah kondisi. Ban gundul walaupun hanya di tengah, sedangkan di bagian tepi kembangnya masih bagus, sebaiknya ban harus diganti.

Tidak perlu menunggu bagian lain ban gundul baru diganti karena bisa berisiko pada keselamatan dalam berkendara.

Pengemudi mobil ini menggunakan ban yang tidak layak pakai. Di bagian dinding luarnya sudah banyak benjolan, bahkan hingga mencapai 15 benjolan.Ilustrasi ban benjol Foto: Kepolisian Derbyshire

Terakhir adalah adanya benjolan pada ban. Benjolan pada ban adalah pertanda adanya anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban yang putus.

Kalau sudah terjadi benjolan, itu artinya ketahanan ban sudah tidak sama. Ban akan lebih mudah pecah karena ada beberapa bagian ban yang tidak lagi kuat menahan tekanan udara.

Selanjutnya ban retak-retak, jika terdapat garis-garis halus atau retakan pada permukaan atau dinding ban, maka ban harus segera diganti.

"Pada umumnya, retakan yang terdapat pada permukaan ban menandakan usia ban dan tekanan angin pada ban, jadi ketika karet ban semakin getas, maka ban sebaiknya harus segera diganti," kata Shin President Hankook Tire Sales Indonesia, Yonsoo Shin.

Jika ban Anda sudah mulai mengalami kebocoran dan sudah sering ditambal, ada baiknya segera diganti. Sebab ban yang sudah sering bocor dan ditambal lambat laun bentuknya akan berubah dan akan mengakibatkan ketidakseimbangan.

"Meski langkah-langkah itu terdengar sangat standar, tapi langkah itu benar-benar harus diikuti. Banyak orang yang menyepelekan hal kecil itu padahal dampaknya begitu besar," kata Rudi, pemilik toko spesialis ban di kawasan Buaran, Jakarta Timur.



Simak Video "Siap-siap! 2024, Michelin Mulai Jual Ban Tanpa Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)