Sabtu, 02 Nov 2019 12:26 WIB

Tuduh Jaksa Lakukan Pelanggaran, Pengacara Ghosn Minta Dakwaan Dicabut

Rizki Pratama - detikOto
Carlos Ghosn Foto: Andhika Akbarayansyah Carlos Ghosn Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Para pengacara Carlos Ghosn telah meminta Pengadilan Negeri Tokyo untuk mengangkat segala tuduhan yang dijatuhkan kepada mantan bos Nissan itu. Permintaan itu berlandaskan alasan bahwa jaksa penuntut telah bersekongkol dengan pemerintah dan eksekutif Nissan untuk melengserkan Ghosn dari jabatannya.

Melalui siaran pers dari tim Ghosn disebutkan bahwa mereka telah mengirimkan dua arsip pengadilan menjelang pertemuan pra-sidang. Surat itu berisikan kasus "pelanggaran" oleh jaksa penuntut dan "pembelaan faktual" yang menunjukkan Ghosn tidak bersalah atas manipulasi keuangan.



"Tuntutan padanya merupakan hasil persekongkolan melanggar hukum antara jaksa penuntut, Menteri Ekonomi Industri dan Perdagangan dan eksekutif Nissan yang merumuskkan renanannya untuk memojokkan semua kelasahan itu," tulis pengacara Ghosn melalui siaran persnya.

Sejak pertama kali ditangkap pada November 2019 lalu, Ghosn telah ditahan selama empat kali atas dugaan rekayasa gaji di Nissan, mentransfer hutang personal ke catatan Nissan dan mengendalikan pembelian mobil di diler dengan tujuan memperkaya dirinya.



Saat ini Ghosn dalam masa tanggungan di Jepang. Ia tidak diperbolehkan berinteraksi dengan istri dan tidak boleh mengakses internet tanpa diawasi serta harus melaporkan segala aktivitasnya. Pengadilan Jepang telah menolak segala permohonan banding untuk meringankan segala pembatasan tersebut yang menyebabkan pengacara Ghosn menuding mereka telah mencoreng konstitusional Jepang dan hukum internasional atas pemisahan keluarga.

Media setempat mengatakan putusan pengadilan Ghosn akan dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 mendatang. Ghosn akan didampingi oleh 13 pengacara yang mana 4 di antaranya berasal dari Jepang.

Selanjutnya, para pengacara Carlos Ghosn telah meminta Pengadilan Negeri Tokyo untuk mengangkat segala tuduhan yang dijatuhkan kepada mantan bos Nissan itu. Permintaan itu berlandaskan alasan bahwa jaksa penuntut telah bersekongkol dengan pemerintah dan eksekutif Nissan untuk melengserkan Ghosn dari jabatannya.



Melalui siaran pers dari tim Ghosn disebutkan bahwa mereka telah mengirimkan dua arsip pengadilan menjelang pertemuan pra-sidang. Surat itu berisikan kasus "pelanggaran" oleh jaksa penuntut dan "pembelaan faktual" yang menunjukkan Ghosn tidak bersalah atas manipulasi keuangan.

"Tuntutan padanya merupakan hasil persekongkolan melanggar hukum antara jaksa penuntut, Menteri Ekonomi Industri dan Perdagangan dan eksekutif Nissan yang merumuskkan renanannya untuk memojokkan semua kelasahan itu," tulis pengacara Ghosn melalui siaran persnya.



Sejak pertama kali ditangkap pada November 2019 lalu, Ghosn telah ditahan selama empat kali atas dugaan rekayasa gaji di Nissan, mentransfer hutang personal ke catatan Nissan dan mengendalikan pembelian mobil di diler dengan tujuan memperkaya dirinya.

Saat ini Ghosn dalam masa tanggungan di Jepang. Ia tidak diperbolehkan berinteraksi dengan istri dan tidak boleh mengakses internet tanpa diawasi serta harus melaporkan segala aktivitasnya. Pengadilan Jepang telah menolak segala permohonan banding untuk meringankan segala pembatasan tersebut yang menyebabkan pengacara Ghosn menuding mereka telah mencoreng konstitusional Jepang dan hukum internasional atas pemisahan keluarga.

Media setempat mengatakan putusan pengadilan Ghosn akan dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 mendatang. Ghosn akan didampingi oleh 13 pengacara yang mana 4 di antaranya berasal dari Jepang.

Simak Video "Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diburu Interpol"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com