Diluncurkan di akhir tahun 2016, kini BMW Indonesia mengadakan kegiatan BMW Driving Experience Luxurious Journey. Sebelumnya detikOto sudah menyajikan artikel soal kenyamanan sebagai penumpang BMW Seri 7. Sekarang saatnya membahas performa mobil mewah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana rasanya mengendarai BMW Seri 7 ini? Berikut detikOto ulas hasil review BMW 730Li rakitan lokal ini mulai dari desain, kemewahan interior hingga performa mobilnya.
1. Desain
|
Foto: BMW Indonesia
|
Desain permukaan bodi mobil dipadukan dengan garis-garis yang tegas. Hal itu menghadirkan karakter dinamis dan kemewahan yang eksklusif serta kesan elegan.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Mobil ini hadir dengan struktur serta bagian depan yang tegas. All-new BMW Seri 7 ini memancarkan kesan kokoh.
BMW Seri 7 menghadirkan Active Kidney Grille yang meliputi kontrol katup udara yang terlihat. Katup udara tersebut hanya terbuka ketika ada peningkatan dalam kebutuhan pendinginan, meningkatkan kedinamisan kendaraan, menekan emisi CO2, serta memberikan tampilan depan yang lebih mencolok berkat peningkatan jumlah bilah pada BMW Kidney Grille. Selain kondisi tersebut, katup udara selalu dalam keadaan tertutup.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Lampu depan memanjang hingga ke grille, sedangkan grafik cahaya dari dua lampu depan bundar khas BMW mendatar di tepi atas dan bawah, memberikan tampilan tegas pada mobil. Lampunya hadir dengan teknologi full-LED.
Perbedaan eksterior antara BMW 740i dan 740 Li Pure Excellence versi CBU dengan 730 Li rakitan lokal ini ada pada desain peleknya dan beberapa aksen krom. BMW 730 Li ini menggunakan pelek dengan desain double-spoke.
2. Interior Mewah
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
BMW 730Li menggunakan lapisan kulit Dakota. Berbeda dengan 740 versi impor yang menggunakan kulit Nappa. Namun, interior BMW 730Li tetap menggambarkan kemewahan.
Keseimbangan antara kenikmatan berkendara dan kenyamanan hadir dalam sedan mewah ini. Fitur khas pada interior mencakup ruang kabin lapang, desain kokpit yang terfokus pada pengemudi, kombinasi antara material berkualitas tinggi dengan pembuatan desain yang akurat, serta beragam fitur canggih.
BMW 730Li telah dibekali monitor dari sistem operasi iDrive hadir dengan Touch Display. Pengguna dapat mengoperasikan sistem ini dengan cara yang sama seperti perangkat elektronik modern lainnya.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Selain menggunakan iDrive Controller untuk mengontrol sistem tersebut dengan cara yang familar, seluruh fungsinya juga dapat dipilih dan diaktifkan dengan menyentuh permukaan layar. Fitur baru lainnya untuk fungsionalitas sistem iDrive adalah BMW Gesture Control yang bisa membaca gerakan tangan. Gerakan tangan, yang terdeteksi oleh sensor 3D, mengontrol fungsi-fungsi infotainment secara sangat intuitif dan mudah digunakan. Fitur ini dapat digunakan untuk sejumlah fungsi, termasuk mengendalikan volume dalam aplikasi audio dan menerima atau menolak panggilan telepon masuk.
Suasana eksklusif di interior all-new BMW 730Li disempurnakan dengan desain pencahayaan yang ditata dengan tepat. Ambient Light dengan enam pilihan warna berbeda yang bisa dipilih melalui menu iDrive memberikan efek pencahayaan yang harmonis.
All-new BMW 730Li hadir dengan Panorama glass roof dua bagian dengan bagian depan yang dapat dibuka.
3. Kenyamanan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Duduk sebagai penumpang maupun pengemudi BMW 730 Li ini sama nyamannya. Apalagi ketika mobil menggunakan mode Comfort, bantingan suspensi di jalan berlubang sangat empuk.
Untuk diketahui, BMW Seri 7 ini dilengkapi dengan Air Suspension 2-axle self-leveling sebagai standar. Suspensi tersebut didukung oleh udara dari kompresor bertenaga listrik dengan reservoir tekanan.
Peredam yang dikontrol secara elektronik menyempurnakan kenyamanan berkendara sekaligus meningkatkan kualitas pengemudian yang dinamis.
4. Performa dan Mode Bekendara
|
Foto: BMW Indonesia
|
Dengan transmisi otomatis Steptronic delapan percepatan, mobil ini ini dapat melesat dari 0 ke 100km/h dalam 6.2 detik. Namun, mesin 2.000 cc ini digadang-gadang tetap efisien, konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 17,2 km/liter.
Duduk di balik kemudi BMW 730Li ini, detikOto merasa dimanjakan dengan beragam fitur. Apalagi, BMW juga menyajikan beberapa mode berkendara yang bisa diaktifkan melalui tombol Driving Experience Control.
Ada beberapa mode berkendara yaitu Eco Pro, Comfort dan Sport. Mode Eco Pro bisa digunakan untuk menghemat bahan bakar. Memang tenaganya agak tertahan menggunakan Eco Pro. Pada mode ini, pengaturan mesin, respon akselerator dan karakteristik transmisi disesuaikan secara sistematis untuk mendukung gaya berkendara yang efisien dengan rpm rendah.
Kalau mau tenaga yang lebih lepas, namun tetap nyaman bisa menggunakan mode Comfort. Dan kalau mau kesan lebih sporty lagi, maka bisa menggunakan mode Sport. Ketika menggunakan mode Sport, akselerasinya lebih galak. Sesekali di jalan tol detikOto mencoba karakter ganas mode Sport. Ketika gas diinjak dalam-dalam, mobil langsung melesat dengan cepat.
Ada juga tombol Driving Experience Control dengan mode ADAPTIVE. Ketika pengaturan ini aktif, set-up kendaraan diselaraskan dengan gaya mengemudi dan rute yang ditempuh secara adaptif. Mode ini membaca gerakan pedal gas dan setir, dan juga memperhitungkan apakah tuas gigi berada pada posisi D atau S.











































Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah