Geely Punya SPKLU Super Cepat, Isi Baterai 10-70% Cuma 4 Menitan

Geely Punya SPKLU Super Cepat, Isi Baterai 10-70% Cuma 4 Menitan

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 25 Sep 2026 18:20 WIB
Charger Geely yang punya pengisian daya super cepat.
Charger Geely. Foto: Doc. Geely
Jakarta -

Geely memperkenalkan teknologi pengisian cepat terbaru bernama Geely Smart Charging. Teknologi ini mampu menghasilkan daya hingga 2.250 kW, mengungguli teknologi Flash Charging milik BYD yang mencapai 1.500 kW.

Geely Smart Charging menggabungkan model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan Geely bersama StepFun dengan generasi kelima Geely Smart Charging Station.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengujian terhadap Lynk & Co 01 dan Zeekr 001, Geely mengklaim baterai dapat diisi dari 10% hingga 70% hanya dalam 4 menit 30 detik. Sementara pengisian dari 10% hingga 97% membutuhkan waktu 8 menit 40 detik.

ADVERTISEMENT
Charger Geely yang punya pengisian daya super cepat.Charger Geely yang punya pengisian daya super cepat. Foto: Doc. Geely

Sebagai pembanding, teknologi Flash Charging BYD membutuhkan waktu 5 menit untuk mengisi baterai dari 10% hingga 70% dan 9 menit untuk mencapai 97%.

Teknologi AI pada sistem Geely digunakan untuk memprediksi temperatur baterai selama proses pengisian. Sistem kemudian menyesuaikan kecepatan pengisian secara real time agar temperatur baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius.

Geely juga memperkenalkan baterai generasi terbaru Ultra Short Blade. Baterai tersebut diklaim dapat mengurangi temperatur saat proses pengisian hingga 10%.

Charger Geely yang punya pengisian daya super cepat.Charger Geely yang punya pengisian daya super cepat. Foto: Doc. Geely

Namun, Geely masih tertinggal dari BYD dalam hal infrastruktur. BYD disebut telah memasang lebih dari 10.000 stasiun pengisian cepat di China dalam enam bulan sejak teknologi Flash Charging diperkenalkan.

BYD menargetkan memiliki 20.000 stasiun pengisian di China pada akhir 2026. BYD juga berencana memperluas jaringan tersebut ke Eropa, Inggris, Timur Tengah, Afrika, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.



(sfn/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads