Ada beberapa pabrikan mobil yang penjualannya meroket di Indonesia setahun belakangan. Berikut ini daftarnya.
Penjualan mobil di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesales penjualan naik 20,1 persen menjadi 599.491 unit. Penjualan secara retail juga naik 13,9 persen dari sebelumnya 522.160 unit menjadi 594.984 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar Pabrikan yang Penjualannya Naik Gila-gilaan di Indonesia
Kenaikan itu disokong dari peningkatan penjualan yang dicatatkan sejumlah merek. Bahkan ada kenaikan penjualannya gila-gilaan, lebih dari 100 persen dalam setahun belakangan. Khusus penjualan retail, kenaikan penjualan itu dicatatkan oleh beberapa merek China. Berikut ini daftar pabrikan yang penjualannya naik gila-gilaan di Indonesia.
1. Jaecoo: naik 7.998,6 persen dari 290 unit menjadi 23.486 unit
2. Geely: naik 903,5 persen dari 1.224 unit menjadi 12.283 unit
3. Jetour: naik 459 persen dari 373 unit menjadi 2.085 unit
4. Xpeng: naik 961,2 persen dari 178 unit menjadi 1.889 unit
5. GWM: naik 153,3 persen dari 670 unit menjadi 1.697 unit
6. Kia: naik 166,4 persen dari 223 unit menjadi 594 unit
7. Polytron: naik 2.444,4 persen dari 18 unit menjadi 458 unit
8. Maxus: naik 178,4 persen dari 74 unit menjadi 206 unit
Di luar delapan merek di atas, beberapa merek juga mencatatkan kenaikan namun tidak melebihi 100 persen. Contohnya di daftar lima merek terlaris, penjualan Toyota naik 3 persen, Daihatsu 9,1 persen, Suzuki naik 24,6 persen, Mitsubishi 5,7 persen, dan BYD 83,1 persen.
Ada juga Mitsubishi Fuso, Isuzu, Hino, Aion, dan sejumlah merek lain yang penjualannya naik setahun belakangan. Di sisi lain, beberapa pabrikan justru mencatat penurunan penjualan dalam setahun belakangan.
Sebut saja Honda yang penjualannya secara retail minus 36 persen, Hyundai -15,2 persen, Chery -36,9 persen, Denza -52,3 persen, Lexus -18,8 persen, Citroen -2,9 persen, Mercedes-Benz -31,1 persen, UD Trucks -6,3 persen, MINI -18,5 persen, Nissan -60,4 persen, Scania -41,6 persen, Subaru -45,3 persen, Neta -18,2 persen, dan Volvo -17,9 persen.










































