Pedro Acosta bakal menjadi rekan setim Marc Marquez mulai musim depan. Marquez meyakini Acosta bisa mengalahkannya.
Pedro Acosta digadang-gadang menjadi bintang masa depan MotoGP. Pebalap kelahiran 25 Mei 2004 itu baru saja memenangkan balapan pertama kali pada MotoGP Austria 2026.
Rider KTM ini butuh 56 balapan untuk akhirnya menang di kelas utama, namun kemenangan itu justru datang tepat di saat masa depannya sudah terikat dengan pabrikan asal Borgo Panigale.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acosta direkrut Ducati untuk musim 2027 dan 2028. Marquez memprediksi Acosta bisa mengalahkannya.
Márquez paham betul rasanya punya rekan setim yang cepat. Sepanjang karier MotoGP, dia pernah satu tim bersama Dani Pedrosa, Pol Espargaro, Joan Mir, Alex Marquez, dan Francesco Bagnaia. Semua pebalap itu dikalahkan Marc Marquez!
"Tidak. Menurut saya dialah pembalap yang bisa mengalahkan saya," jawab Márquez saat ditanya soal kemungkinan Acosta mengungguli rekan setimnya dengan motor yang sama.
Hadirnya Acosta tidak mengejutkan Marc Marquez. Dia berharap Acosta harus meniru gaya balapnya agar bisa cepat di atas Desmosedici. Menurut Marquez, setiap pebalap harus menemukan caranya sendiri untuk memaksimalkan potensi motor tersebut.
"Pedro akan menjadi salah satu nama besar tahun depan dan di masa depan. Dia bisa belajar banyak soal cara mengendarai Ducati," jelas Márquez.
"Dia akan punya gayanya sendiri, tapi saya tidak akan mengubah gaya saya," tegas Marquez.
Perbedaan usia akan menjadi salah satu aspek yang paling banyak dibicarakan dari duet baru ini. Márquez akan berusia 34 tahun di 2027, sementara Acosta akan berusia 22 tahun saat memasuki fase baru ini.
"Tahun depan saya akan berusia 34 tahun, saya adalah Marc, saya akan berusaha semaksimal mungkin, dan kita lihat saja nanti," kata Marquez.
(riar/rgr)










































