Toyota Rekrut 400 Ribu Robot Humanoid, Bukan untuk Gantikan Manusia

Toyota Rekrut 400 Ribu Robot Humanoid, Bukan untuk Gantikan Manusia

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Kamis, 24 Sep 2026 17:26 WIB
Toyota ELEY
Robot Humanoid Toyota. Foto: Doc. Toyota Global
Jakarta -

Toyota sedang menyiapkan revolusi besar di pabriknya. Produsen mobil asal Jepang itu berencana mengerahkan hingga 400.000 robot untuk membantu pekerjaan di fasilitas produksinya.

Dikutip dari Nikkei Asia, Kamis (24/9), Toyota mulai 2028 menargetkan investasi sekitar US$ 6,42 miliar atau sekitar Rp 114 triliun per tahun untuk memodernisasi pabrik dengan tenaga robot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 150.000 robot akan ditempatkan di pabrik Toyota. Sementara 250.000 robot lainnya bakal digunakan di fasilitas perusahaan dalam grup Toyota yang memproduksi komponen dan material.

Toyota ELEYToyota ELEY Foto: Doc. Toyota Global

Menariknya, Toyota sudah mulai melatih robot humanoid untuk bekerja di lini produksi. Robot bernama ELEY itu memiliki dua tangan untuk melakukan pekerjaan presisi, sementara pergerakannya menggunakan roda.

ADVERTISEMENT

Para pekerja Toyota ikut melatih ELEY melakukan berbagai pekerjaan yang membutuhkan gerakan tangan. Mereka menggunakan alat bantu yang dibuat menyerupai jari robot agar gerakan yang dilakukan robot bisa mengikuti pekerjaan manusia.

Lantas, apakah 400 ribu robot ini nantinya bakal menggantikan pekerja Toyota?

Toyota mengatakan bukan itu tujuannya. Executive Vice President Toyota Hiroki Nakajima mengatakan perusahaan ingin menciptakan kondisi di mana robot dan manusia bisa bekerja berdampingan, bukan saling menggantikan.

Toyota sendiri memiliki sekitar 18.000 pekerja berpengalaman yang tersebar di 60 pabrik di seluruh dunia, termasuk 11 pabrik di Amerika Serikat.

Penggunaan robot di industri otomotif sebenarnya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, produsen mobil telah mengandalkan robot industri untuk mengelas, merakit, hingga memindahkan komponen.

Namun, robot humanoid membuka kemungkinan baru. Robot jenis ini dikembangkan agar lebih fleksibel dan bisa mengerjakan berbagai tugas di lingkungan yang sebelumnya dirancang untuk manusia.

Toyota pun bukan satu-satunya pabrikan yang mengembangkan teknologi tersebut. Hyundai berencana menggunakan robot humanoid Atlas di pabrik Hyundai dan Kia, sementara sejumlah produsen mobil China seperti Xpeng dan Nio juga tengah mengembangkan teknologi serupa.

Dengan target 400 ribu unit, Toyota kini bersiap menjadikan robot sebagai bagian besar dari masa depan pabriknya. Meski begitu, untuk saat ini Toyota menegaskan manusia masih akan tetap berada di dalam ekosistem produksi tersebut.



(sfn/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads