MotoGP berencana mengubah format Sprint Race mulai musim 2027. Salah satu usulannya adalah menghadirkan sesi kualifikasi khusus untuk menentukan posisi start Sprint Race.
Dikutip dari Motorsport, Selasa (22/9), usulan tersebut telah diajukan MotoGP kepada para pabrikan dan tim. Jika disetujui, posisi start Sprint Race tidak lagi ditentukan dari sesi kualifikasi yang sama dengan balapan utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MotoGP sendiri mulai menggelar Sprint Race pada 2023. Berbeda dengan Formula 1, Sprint Race MotoGP digelar di setiap seri dalam kalender.
Sementara F1 tak sampai separuh dari total seri sepanjang musim. Bahkan, musim depan, dari 24 balapan, hanya ada 10 lintasan yang menggelar Sprint Race.
Sprint Race MotoGP dikabarkan bakal punya kualifikasi sendiri mulai musim depan. Namun, saat ini masih menunggu persetujuan GP. Foto: Getty Images/Qian Jun/MB Media |
Namun, rencana menambah sesi kualifikasi khusus ini berpotensi membuat jadwal akhir pekan MotoGP semakin padat. Para pebalap saat ini sudah menjalani berbagai agenda, mulai dari sesi di lintasan hingga kegiatan sponsor dan media.
Usulan tersebut juga belum menjadi aturan resmi. Penerapan Sprint Qualifying harus lebih dulu disahkan melalui Komisi Grand Prix (GP).
Sprint Race MotoGP dikabarkan bakal punya Sprint Race sendiri mulai 2027. Foto: dok. KTM |
MotoGP sebelumnya juga pernah mengusulkan perubahan besar untuk musim 2027, yakni penggunaan satu motor untuk satu akhir pekan. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.
Belum diketahui sejauh mana pebalap dilibatkan dalam pembahasan format baru ini. Saat Sprint Race pertama kali diperkenalkan, para pebalap bahkan sempat mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan di media-media.












































