Cerita Valentino Rossi Tidak Tamat SMA Demi Balapan

ADVERTISEMENT

Cerita Valentino Rossi Tidak Tamat SMA Demi Balapan

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 01 Des 2022 19:32 WIB
Valentino Rossi 1996
Valentino Rossi di tahun 1996 Foto: dok. Twitter MotoGP
Jakarta -

Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi ternyata tidak tamat pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pilihan ini dihadapi ketika dirinya baru memulai kejuaraan balap dunia Grand Prix.

Dalam petikan wawancara bersama Graham Bensinger, Valentino Rossi menceritakan pengalaman hidupnya yang tidak terlupakan. Rossi diambang pilihan lanjut sekolah atau balapan.

"Di sekolah adalah hal yang tidak mudah bagiku, pada awalnya tidak terlalu buruk. Tapi pada tahun terakhir aku hanya ingin memenangkan balapan," kata Rossi dikutip dari channel YouTube Graham Bensinger, Kamis (1/12/2022).

"Ini adalah periode yang tidak bakal terlupakan dari hidupku, karena di tahun 1995 aku bisa meraih kejuaraan balapan di Eropa. Tiga besar bisa balapan di kejuaraan dunia. Jadi aku membuat kontrak dengan Aprilia pada tahun 1996. Ini seperti mimpi jadi kenyataan," terang dia.

Bolos sekolah jadi pilihan Rossi jika bertemu dengan jadwal balapan. Namun Rossi diancam tidak bisa lulus pendidikan setingkat SMA jika dirinya bolos lagi di tahun terakhirnya, padahal pria kelahiran 16 Februari 1979 itu sedang merangkai mimpinya jadi pebalap dunia.

"Masalahnya saat berada di kejuaraan dunia, kamu harus berada di luar rumah selama satu bulan penuh. Dan pada bulan Maret, April berada di sekolah itu penting karena mereka membuat banyak pekerjaan. Pihak sekolah pun berkata kepadaku 'jika kamu pergi (balapan), kamu keluar', kamu tidak akan naik tahun depan," kata Rossi.

Lanjut Rossi, olahraga balapan sepeda motor kala itu dianggap kurang populer dan menjanjikan. Jadi pihak sekolah tidak banyak mendukung karier Rossi di atas lintasan. Rossi pun coba mendobraknya.

"Dan kami membuat keputusan (keluar dari sekolah)," kata dia.

Darah balap yang mengalir dari sang ayah Graziano Rossi turut mendorong The Doctor memilih balapan. Keputusan putus sekolah dan lanjut balapan jadi pilihan yang diambil Valentino Rossi usai berdiskusi dengan ayahnya. Sedangkan sang ibu, Stefania Palma lebih senang anaknya berprofesi umum selain pebalap.

"Jadi aku membuat keputusan bersama dengan ayahku. Apa yang harus dilakukan, jadi aku ambil kejuaraan dunia dan memutuskan berhenti sekolah," kata dia.

"Ya benar (keputusan sulit buat orang tua), apalagi mereka mendapat tekanan dari sekolah. Khususnya ibu ku, tapi ayahku juga sih. Mereka ingin aku menyelesaikan pendidikan. Tapi bagiku ini adalah keputusan yang benar," sambung dia.

Terlepas dari masa sekolahnya, Rossi berhasil membuktikan diri sebagai pebalap sukses. Dia juga mengharumkan kampungnya Tavullia, Italia ke kancah dunia.

Rossi bahkan menjadi sosok yang berpengaruh di ajang dunia balap MotoGP. Atas prestasinya, Rossi dianugerahkan gelar kehormatan dari Urbino University, Italia pada 31 Mei 2005 silam.

Valentino Rossi di Sepang 2005Valentino Rossi di Sepang 2005 Foto: Yamaha Factory Racing MotoGP Team

Rektor Universitas, Giovanni Bogliolo, memberikan penghargaan khusus kepada pebalap Italia tersebut atas pengaruh positif yang telah ia lakukan sebagai panutan, juga untuk memperingati pencapaiannya sebagai salah satu pebalap terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

"Rossi memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa, bakat olahraganya, kreativitas, dan kemampuannya untuk memproyeksikan dirinya, tidak hanya di Italia, tapi secara internasional, memajukan dunia olahraga," ujar pernyataan kampus kala itu.

Rossi mengatakan dunia balap pun kini bisa dianggap lebih baik sehingga bisa berjalan beriringan dengan pendidikan sekolah. Bahkan sang adik, Luca Marini bisa menyelesaikan pendidikan setingkat SMA.

Valentino Rossi during the Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana at Ricardo Tormo Circuit on November 5, 2022 in Valencia, Spain. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)Valentino Rossi Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

"Bagi kamu di Amerika (tempat tinggal Graham Bensinger), ini sangat berbeda. Semua murid di sana didukung untuk bisa membuat sesuatu di olahraga, kalau di Italia sangatlah sulit, dan juga pada tahun 1990-an saat kamu balapan dengan sepeda motor itu tidak benar-benar seperti olahraga. Ini (pengalaman Rossi) adalah contoh yang bagus untuk masa depan," kata dia.

"Contohnya saudaraku Luca (Marini), dia punya masalah yang sama tapi mereka (pihak sekolah) membantunya, karena mereka juga belajar langsung dari pengalaman hidupku."

"Sekarang kalau balapan di sepeda motor itu penting, dan sekolah pasti membantunya. Faktanya Luca bisa menyelesaikan sekolahnya (setingkat SMA), sementara aku tidak," tambah dia.



Simak Video "Apresiasi Keanu Reeves hingga Tom Cruise untuk Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT