Marquez ke Rossi: Sejak Kecil Dia Idola, Jadi Rival, Kini Aku Masih Kagum

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 23 Mei 2022 13:48 WIB
Repsol Honda Teams Spanish rider Marc Marquez and Monster Energy Yamahas Italian rider Valentino Rossi (R) attend a press conference at the Jerez-Angel Nieto Circuit in Jerez de la Frontera on May 2, 2019 ahead of the Spanish Grand Prix. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)
Marc Marquez dan Valentino Rossi Foto: Gabriel Bouys/AFP
Jakarta -

Marc Marquez jadi salah satu pebalap hebat MotoGP. Dia mengakui ada dua pebalap top yang menjadi idolanya sejak kecil, Valentino Rossi dan Dani Pedrosa.

Sejak kecil, pebalap asal Spanyol ini mengidolakan Valentino Rossi. Perjumpaan pertama Marc Marquez dengan Rossi akan selalu diingat, kala itu Marc baru saja debut di GP 125 pada tahun 2008. Sementara Dani Pedrosa, sudah akrab dengan Marc Marquez sedari anak-anak.

"Ketika saya masih kecil, ada dua pebalap yang memukau. Yang satu Vale, dan satu lagi dari Spanyol, yaitu Dani (Pedrosa). Dani Pedrosa. pengendara yang benar-benar diam, itu berbeda," kata Marquez dikutip dari Diario AS, Senin (23/5/2022).

Petronas Yamaha SRT Italian rider Valentino Rossi waves after the MotoGP race of the Valencia Grand Prix at the Ricardo Tormo racetrack in Cheste, on November 14, 2021. - A sporting icon rides into retirement on November 14, 2021 at the Valencia MotoGP where nine-time world champion Valentino Rossi's name will grace the grid for the very last time. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)Ilustrasi Yamaha SRT Valentino Rossi (Photo by JOSE JORDAN / AFP) Foto: AFP/JOSE JORDAN

Selama bertahun-tahun, kehidupan telah menempatkan mereka di jalur yang sama sebagai rekan satu tim. Marquez mengakui belajar banyak dari Dani pada tahun 2013. Siswa tersebut akhirnya menang atas gurunya, Marquez sudah mengunci 8 gelar juara dunia.

"Sebelum atau sesudah pemanasan dia meminta saya untuk memakai apa yang Pedrosa kenakan. Balapan pertama seperti itu. Saya keluar dengan mentalitas melihat di mana Dani berada dan mendorong saya di belakangnya. Saya harus belajar dari seseorang. Dia mengajari saya banyak hal. Dia membagikan saya data telemetrinya," kata Marquez.

Persahabatan Marquez dengan Pedrosa tetap terjaga dari waktu ke waktu, meski tidak mulus bersama Valentino Rossi. The Doctor adalah idola masa kecilnya, tetapi apa yang terjadi pada 2015 atau 'Sepang Clash' itu akan selalu diingat oleh Italiano.

Meski begitu, masih tersisa rasa hormat di antara mereka. Terlepas dari segalanya, Márquez mengakui segala arti Valentino untuk olahraga MotoGP.

"Kekaguman atas apa yang telah dia (Valentino Rossi) lakukan untuk sepeda motor, tidak hanya untuk gelarnya, masih ada. Dia adalah pembalap yang paling berpengaruh. Apa yang dia ajarkan kepada kami masih ada. Saya tidak malu mengakuinya," ujar Marquez atas kekaguman pada Valentino Rossi.

Lebih lanjut, Marquez mengakui andai tidak mengalami cedera diplopia pada Valencia 2021 lalu. Dia akan mengikuti lap penghormatan buat Valentino Rossi.

"Anda bisa bergaul lebih baik atau lebih buruk dengan seseorang, berdebat.. Kita semua tidak perlu berteman, tetapi itu tidak berarti bahwa tidak mengakui apa yang telah dia lakukan atas kemampuannya sendiri," tambah Marquez.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)