Bagnaia Lebih Suka Miller Jadi Rekannya di Ducati, Bastianini Bilang Begini

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 20 Mei 2022 21:07 WIB
Winner Gresini Racing Italian rider Enea Bastianini celebrates on the podium after the French Moto GP Grand Prix, at the Bugatti circuit in Le Mans, northwestern France, on May 15, 2022. (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP) (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER/AFP via Getty Images)
Enea Bastianini akankah dapat promosi ke tim utama Ducati pada MotoGP 2023?. (Foto: AFP via Getty Images/JEAN-FRANCOIS MONIER)
Jakarta -

Pebalap Gresini Racing, Enea Bastianini, menjawab pernyataan pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, yang lebih suka Jack Miller sebagai teman satu paddock-nya ketimbang pebalap lain. Bastianini mengatakan bahwa Bagnaia hanya takut posisinya sebagai rider nomor satu digeser oleh dirinya andai Bastianini gabung dengan tim pabrikan Ducati musim depan.

Bastianini tampil sangat gemilang di awal musim MotoGP 2022. Membesut tim satelit Ducati, Gresini Racing, Bastianini sudah mengemas 3 kemenangan, yang mengantarkannya bertengger di posisi tiga klasemen pebalap sementara dengan 94 poin. Kemenangan Bastianini diperoleh di MotoGP Qatar, MotoGP Amerika, dan MotoGP Prancis.

Atas performa gemilang tersebut, Enea Bastianini digadang-gadang bakal masuk tim pabrikan musim depan untuk menggantikan Jack Miller dan menjadi tandem Francesco Bagnaia. Sebenarnya sang pebalap berusia 24 tahun itu masih bersaing dengan Jorge Martin (Pramac Racing) untuk mencuri perhatian tim pabrikan Ducati. Tapi tampaknya 'kompetisi' itu telah usai karena Martin tampil kurang sip dan saat ini tertahan di posisi 15 dengan 28 poin.

Menanggapi komentar Bagnaia yang mengatakan lebih suka Jack Miller sebagai rekan timnya, Bastianini pun mengatakan bahwa pebalap berjuluk 'Pecco' itu hanya takut tersaingi dengan dirinya yang bisa tampil lebih baik dan konsisten.

VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 13: Francesco Bagnaia (R) of Italy and Ducati Lenovo Team,  Jack Miller of Australia and Ducati Lenovo Team joke at the end of the MotoGP qualifying practice during the MotoGP of Comunitat Valenciana: Qualifying at Ricardo Tormo Circuit on November 13, 2021 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Jack Miller (kiri) dan Francesco Bagnaia (kanan) Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

"Saya bukan bos Ducati, tapi saya pikir situasi saya lebih baik daripada pebalap Ducati lainnya. Pecco kemarin berkata 'Saya lebih suka bertahan dengan Jack'. Dan saya pikir itu keputusannya, saya tidak tahu apakah Ducati mau mendengarkannya. Tetapi, juga dalam kasus bertahan di Gresini atau (tim) lainnya, dengan paket (motor dari tim) pabrik saya bisa cepat," kata Bastianini dikutip dari situs MotoGP.

"Saya pikir dia (Bagnaia) lebih memilih Miller karena dia adalah pemimpin di Ducati dan dia tahu potensi saya, dan juga saya memikirkan Martin. Ini bisa menjadi masalah baginya," sambung Bastianini.

Sebelumnya pada akhir pekan lalu Bagnaia melontarkan pernyataan alasan dirinya lebih memilih Jack Miller sebagai tandemnya. Menurut pebalap Italia tersebut, Miller telah menjadi rekan satu tim sejak Juara Dunia Moto2, hingga naik ke kelas utama pada tahun 2019.

"Dia adalah rekan setim saya dari 2019 dan saya mengenalnya dengan sangat baik. Wajar jika Anda harus memilih pasangan untuk berbagi kotak dengan rekan yang lebih banyak mengobrol dengan Anda, menghabiskan lebih banyak waktu dengannya," kata Bagnaia.

Meski saat ini Bagnaia lebih bahagia dengan Jack Miller sebagai rekan satu paddock-nya, ia tetap menghormati keputusan Ducati mengenai pebalap yang akan dipilihnya musim depan nanti. Bagi Bagnaia, tidak masalah berpasangan dengan siapapun, baik itu dengan Bastianini atau Martin sekalipun.

"Jack adalah pilihan pertama saya karena dia seorang teman, dia rekan setim yang baik. Saya suka bekerja dengannya. Tapi itu adalah sesuatu yang harus dipilih tim. Jika Enea atau Martin yang dipilih jadi rekan saya, maka itu juga akan menjadi pilihan saya. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan semua rekan tim saya. Saya pikir Enea layak mendapatkan tempat itu," tukasnya.

(lua/din)