ADVERTISEMENT

Nihil Prestasi, Dovizioso Disebut Mirip Valentino Rossi

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 20 Mei 2022 17:36 WIB
WithU Yamaha RNF MotoGP Teams Italian rider Andrea Dovizioso sits in the pit on the first day of the pre-season MotoGP winter test at the Sepang International Circuit in Sepang on February 5, 2022. (Photo by Ahmad Fadali / AFP)
Andrea Dovizioso. (Foto: AFP/AHMAD FADALI)
Jakarta -

Selain Fabio Quartararo, tak ada pebalap Yamaha lain yang benar-benar moncer musim ini, termasuk Andrea Dovizioso yang membesut tim satelit, WithU RNF Yamaha MotoGP. Dovizioso bahkan disebut tak ada bedanya dengan Valentino Rossi kala membela tim satelit Yamaha musim lalu.

Jika menilik tabel klasemen sementara MotoGP 2022 hingga 7 seri, Dovizioso tertahan di posisi 20 dengan 8 poin. Padahal ia digadang-gadang jadi rider sepadan pengganti Franco Morbidelli yang hijrah ke tim pabrikan.

Bos WithU RNF Yamaha, Razlan Razali pun merasa tidak heran dengan performa yang dihasilkan Dovizioso sejauh ini, mengingat dia sempat lama absen dari MotoGP dan baru bergabung dengan timnya menjelang berakhirnya musim 2021. Tapi di sisi lain, Razali merasa Dovizioso terlalu banyak berpikir, sehingga lupa tugas utamanya sebagai seorang pebalap.

Pemilik WithU Yamaha RNF, Razlan RazaliPemilik WithU Yamaha RNF, Razlan Razali Foto: Yamaha

"Sejujurnya, saya tidak berharap dia berjuang begitu keras mengingat tahun lalu dia melakukan lima balapan dan tes. Kami pikir dengan pengalamannya dia akan tahu bagaimana beradaptasi dengan MI. Saya pikir dia harus mengambil langkah mundur, tidak terlalu analitis, dan hanya mengendarai motor, mencoba untuk mendapatkan yang terbaik daripada memikirkan apa yang salah," kata Razali dalam sebuah wawancara dengan GPOne.

Lanjut Razali menambahkan, Dovizioso memiliki tipikal yang sama seperti sang legenda Valentino Rossi. Jadi alih-alih fokus pada motornya dan balapnya, Dovizioso justru banyak ikut campur masalah teknis seperti seorang insinyur mesin.

"Saya menemukan beberapa kesamaan antara dia (Andrea) dan Valentino tahun lalu, mereka berdua tidak hanya ingin jadi pebalap, tapi juga insinyur dan mereka lupa menjadi pebalap dan mengendarai motor dengan apa adanya," sambung Razali.

"Beda dengan filosofi pebalap muda, di mana mereka tidak punya referensi dan mereka hanya fokus membalap. Itu perbedaan antara rookie dan pebalap yang sangat berpengalaman. Vale dan Dovi sangat analitis, sangat sensitif, tapi mereka lupa cara mengendarai motor," bilang Razali.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT