Suzuki Cabut dari MotoGP, Jack Miller Prihatin dengan Kru dan Karyawan

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 20 Mei 2022 10:38 WIB
LAGOA, ALGARVE, PORTUGAL - NOVEMBER 06: Jack Miller of Australia and Ducati Lenovo Team  speaks during the press conference at the end of the qualifying practice during the MotoGP Of Portugal - Qualifying on November 06, 2021 in Lagoa, Algarve, Faro. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jack Miller turut prihatin dengan para pekerja di tim pabrikan Suzuki yang harus kehilangan mata pencaharian. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Pebalap Ducati Lenovo, Jack Miller menyayangkan niat Suzuki untuk hengkang dari ajang MotoGP pada akhir musim 2022. Miller turut prihatin dengan nasib para pekerja teknis di tim Suzuki Ecstar yang sudah tentu tidak lanjut lagi.

"Sanga disayangkan saat tim pabrikan yang menjadi juara dunia dua tahun lalu harus keluar, terlebih lagi mereka memiliki motor yang sangat kompetitif musim," kata Miller dikutip Speedweek, Jumat (20/5/2022).

"Melihat mereka mengundurkan diri pastinya sedih. sangat menyebalkan, mereka memiliki dua pebalap yang sangat baik. Keduanya bakal segera mendapat tempat baru. Tapi untuk 45 sampai 50 anggota tim harus mencari pekerjaan untuk keluarga, itu juga menyebalkan," sambung Miller.

Sekadar informasi, Suzuki masih memiliki kontrak dengan Dorna Sport untuk berlaga di MotoGP hingga tahun 2026. Sayangnya, pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu itu berniat untuk mengakhiri kiprahnya di balapan MotoGP pada akhir musim 2022.

Faktor ekonomi menjadi alasan utama Suzuki mengundurkan diri dari MotoGP. Dengan kondisi sekarang, Suzuki menyebut mustahil untuk melanjutkan kiprahnya di MotoGP. Ya, dengan memutuskan mundur dari MotoGP Suzuki tentu bisa menghemat banyak pengeluaran.

Dalam hitung-hitungan sederhana, kalau setahun Suzuki harus mengeluarkan 40 juta euro maka dalam empat tahun ke depan jenama asal Negeri Sakura itu bisa menghemat 160 juta euro.

Sama seperti pabriukan lain, Suzuki sebenarnya juga punya sponsor utama yakni Ecstar. Hanya saja, Ecstar merupakan perusahaan oli yang masih dinaungi oleh Suzuki sendiri. Ini berbeda dengan pabrikan sekelas Honda yang mendapat sokongan utama dari Repsol, Yamaha dari Monster, KTM dari Red Bull, dan Ducati bersama Lenovo.

"Inilah balapan MotoGP, kami bergantung pada pabrikan yang ikut serta. Honda, Yamaha, dan Suzuki, ketiganya sangat luar biasa. Sangat sedih kalau satu diantaranya absen. Saya sangat suka melihat banyak motor (dari pabrikan berbeda) dan menjadi bagian di dalamnya," tutur Miller.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)