Cabut dari MotoGP, Suzuki Bisa Hemat Uang Segini

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 18 Mei 2022 10:09 WIB
Motor baru Tim Suzuki Ecstar MotoGP 2022.
Suzuki bisa menghemat ratusan juta euro saat cabut dari MotoGP. (Foto: Tim Suzuki Ecstar MotoGP 2022)
Jakarta -

Suzuki masih memiliki kontrak dengan Dorna Sport untuk berlaga di MotoGP hingga tahun 2026. Sayangnya, pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu itu berniat untuk mengakhiri kiprahnya di balapan MotoGP pada akhir musim 2022.

Faktor ekonomi menjadi alasan utama Suzuki mengundurkan diri dari MotoGP. Dengan kondisi sekarang, Suzuki menyebut mustahil untuk melanjutkan kiprahnya di MotoGP. Ya, dengan memutuskan mundur dari MotoGP Suzuki tentu bisa menghemat banyak pengeluaran.

Mengutip Speedweek, Suzuki bisa menghemat jutaan dolar dalam empat tahun ke depan. Dengan budget tahunan sebesar 30 sampai 40 juta euro, Suzuki bakal menghabiskan 200 juta euro lebih di kelas premier hingga tahun 2026. Untuk tahun 2022 sendiri, Suzuki telah mengeluarkan biaya 40 juta euro.

Perhitungan sederhananya, Suzuki akan menghabiskan 160 juta euro di MotoGP dalam empat tahun ke depan. Namun demikian, Suzuki masih harus bersaing ketat dengan para rival seperti Ducati, Yamaha, Aprilia, Honda, dan lainnya. Di sisi lain, Suzuki belum bisa memastikan diri menjadi juara. Pada saat yang sama, sejumlah biaya merangkak termasuk dengan bayaran para pebalap.

Suzuki Ecstar meluncurkan motor untuk MotoGP 2021 bersama Joan Mir dan Alex RinsJoan Mir dan Alex Rins ditinggal Suzuki pada akhir musim ini Foto: Twitter @SuzukiMotoGP

Biaya 160 juta euro itu tentu bisa dimanfaatkan Suzuki untuk melakukan riset dan pengembangan, utamanya pada kendaraan ramah lingkungan. Belakangan divisi roda dua Suzuki juga disebut minim inovasi konsep dan model baru. Alhasil, penjualannya di seluruh dunia mengalami penurunan yang signifikan.

Kalau bicara segmen motor sport, dalam beberapa tahun terakhir Suzuki kalah unggul dari BMW, Ducati, hingga KTM. Absennya Suzuki dari balapan motor paling bergengsi ini disebut akan membuatnya makin tertinggal, terutama dalam hal inovasi.

Konsep 'Win on Sunday, sell on Monday' alias juara di hari Minggu dan bisa menjual di hari Senin tampaknya sudah tak berlaku lagi bagi pabrikan Jepang.

Suzuki memang bisa menghemat pengeluaran, namun di sisi lain ada kompensasi juga yang harus dibayarkan ke Dorna. Sayang hal itu semua bersifat rahasia dan sulit untuk memprediksinya.



Simak Video "Tak Cuma Ertiga, Suzuki Siap 'Setrum' Model Lainnya"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)