Sepupu Vinales Meninggal Dunia, Manuver Marc Marquez Ikut Dikritik

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 27 Sep 2021 11:45 WIB
Dean Berta Vinales
Dean Berta Vinales meninggal dunia di usia yang begitu muda,15 tahun. Foto: Dok. WSBK
Jakarta -

Michel Fabrizio, pebalap World Supersport (WSSB) melontarkan kritik terhadap ajang balap, salah satunya terkait aksi membalap Marc Marquez. Ini buntut dari meninggalnya sepupu Maverick Vinales, Dean Berta Vinales saat berlaga di Supersport 300 World Championship 2021.

Sejak mentas pada 2013, Marc Marquez memang mencuri perhatian. Tak dimungkiri kalau banyak pebalap mengkritik aksi The Baby Aliens yang dinilai terlalu berani di atas motornya.

Rider Kawasaki Motozoo Racing by Pucetti ini mengungkap aksi-aksi Marc Marquez berpotensi ditiru para pebalap muda, di antaranya memepet lawan dengan posisi berdekatan yang berpotensi membuat kecelakaan.

"Valentino Rossi bertahun-tahun lalu, saat (Marc) Marquez memasuki MotoGP, mengatakan bahwa dia mengeluh tentang manuver Marquez yang 'salah'. Seseorang harus memberinya alasan. Marc telah menjadi titik referensi: pebalap muda ini meniru perbuatannya, menyalip terlalu banyak di batas, bersandar pada lawan mereka mempertaruhkan setiap inci," ujar Fabrizio dalam akun instagram pribadinya seperti dilihat detikcom, Senin (27/9/2021).

Tak hanya itu, dia mengkritisi FIM (Fédération Internationale de Motorcyclisme) saat ini hanya mementingkan bisnis. Ajang balap seolah menjadi tempat 'pembantaian' bagi anak-anak muda.

Dia khawatir dengan rentetan kecelakaan yang membuat rider-rider muda harus kehilangan nyawanya. Dean Berta Vinales merupakan korban ketiga, sejak tewasnya Hugo Millan dan Jason Dupasquier.

"Saya melihat ketidakpedulian dari pihak Federasi Internasional, menurunkan 42 anak muda di Yamaha Cup (untungnya semuanya berjalan lancar, pada 2021) dan 42 lainnya di World (Supersport) 300," jelas dia.

"Terlalu banyak pebalap dengan sedikit atau tanpa pengalaman, dan ini tidak hanya terjadi di kejuaraan dunia, tetapi juga di kejuaraan nasional, di mana semuanya diambil, hingga tempat terakhir yang tersedia," sambung Fabrizio.

Sebagai bentuk protes, Fabrizio memutuskan pensiun dari ajang balap yang sudah digelutinya selama 17 tahun terakhir.

"Saya pensiun dari dunia balap untuk mengirim pesan protes yang kuat! Sehingga aturan berubah untuk melindungi kehidupan manusia. Masalahnya ada di Moto3, di Talent Cup dan di kejuaraan nasional! Selain itu, trek juga harus ditinjau dan harus menyediakan run off area yang lebih baik!," ungkap dia.

Simak juga video 'Vinales Tercepat di Latihan Bebas Hari Pertama MotoGP San Marino':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/rgr)