Bagnaia Nginep di Aragon: Takut Corona dan Enggak Punya Uang untuk Sewa Pesawat

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 20 Okt 2020 18:58 WIB
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 25:  Francesco Bagnaia of Italy and Pramac Racing  looks on in box during the free practice of the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 25, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Pecco Bagnaia khawatir tertular virus corona, ia pilih menetap di Spanyol Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Pecco Bagnaia memilih bertahan di Aragon, Spanyol. Selain khawatir terpapar COVID-19 dia mengaku tak punya uang untuk menyewa pesawat pribadi.

Rider Ducati Pramac ini memilih tidak pulang kampung ke Tavullia. Itu artinya selama sepekan ini ia tetap tinggal di motorhome hingga gelaran MotoGP Teruel, 23-25 Oktober 2020.

Alasannya, Pecco takut tertular virus Corona. Di MotoGP belakangan terus bermunculan kasus COVID-19, diawali beberapa teknisi Yamaha, Valentino Rossi, dan kemudian kru Michelin.

Selain khawatr terpapar COVID-19, mahalnya ongkos tiket pesawat pribadi Italia-Spanyol juga jadi alasan Pecco tak mudik.

Untuk diketahui, usai MotoGP Le Mans Pecco pulang ke Italia dalam satu pesawat sewaan dengan Valentino Rossi yang positif terinfeksi COVID-19. Sementara saat terbang ke Aragon, Pecco naik pesawat komersil.

"Saya tidak berpikir akan pergi ke balapan berikutnya dengan pesawat pribadi karena harganya terlalu mahal, saat ini saya tidak mampu membelinya," ujar Pecco seperti dikutip GPone, Selasa (20/10/2020).

Momok virus yang menimpa guru dan mentornya di VR46 Academy, Valentino Rossi, akhir pekan ini, jelas membuat Bagnaia tetap waspada.

"Situasinya sangat sulit, bahkan secara mental, dan itu sedikit mengganggu saya, itu mengganggu saya," terang pengemudi tim satelit Pramac itu.

Selain itu Pecco juga tak ingin kehilangan kesempatan bertarung di MotoGP Teruel. Dia berkaca pada kasus yang menimpa rider Rivacold Snipers Team Moto3, Tony Arbolino.

Padahal Tony Arbolino sudah dites PCR berkali-kali dan hasilnya negatif. Namun ia harus dikarantina selama 10 hari di Aragon, karena satu pesawat dengan penumpang positif COVID-19 saat pulang dari Le Mans ke Milan, pada Minggu (11/10/2020).

"Arbolino adalah kasus yang lebih serius, meskipun dia negatif, tapi harus dikarantina di Aragon, hanya karena seseorang yang duduk dua baris di belakangnya positif Corona."

"Saya menyadari bahwa saya sedikit hipokondria (kekhawatiran berlebihan), tetapi saya selalu mencoba untuk menghindari situasi berisiko, dan ketika saya tidak bisa, saya sedikit takut," jelasnya.



Simak Video "Pecco Bagnaia Resmi Gabung Ducati Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)