Mesin Kelima YZR-M1 Sudah Buka Segel, Yamaha Harus Jelaskan ke Ducati cs

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 07 Agu 2020 13:51 WIB
JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - JULY 26:   Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team leads the field during the MotoGP race during the MotoGP of Andalucia - Race at Circuito de Jerez on July 26, 2020 in Jerez de la Frontera, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Sukses Yamaha di dua seri pembuka MotoGP 2020, ternyata memunculkan masalah serius. Mesin Yamaha YZR-M1 mengalami kendala teknis, yang membuat tiga pembalap pabrikan garpu tala, Fabio Quartararo, Valentino Rossi, dan Franco Morbidelli membuka segel mesin keempat. Bahkan Maverick Vinales telah membuka segel mesin kelima, yang artinya dia sudah menggunakan seluruh jatah mesin untuk MotoGP 2020 yang berjalan 14 seri.

Dibukanya segel mesin kelima Yamaha mengundang pertanyaan dari para anggota MSMA (Motor Sport Manufacturer Association). Seperti dikutip dari GPOne, MSMA berharap Yamaha bisa memberikan penjelasan dan mengajukan permintaan kepada mereka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sebagai informasi, dalam regulasi MotoGP, tim balap tidak boleh melakukan modifikasi, melakukan pengembangan, dan membuka segel untuk mengganti suku cadang mesin, saat kompetisi berjalan. Penggantian suku cadang diizinkan jika terbukti ada komponen yang cacat produksi, sehingga menyebabkan masalah pada kinerja mesin.

Hingga menjelang seri ketiga MotoGP 2020, Yamaha belum mengungkapkan penyebab utama dari permasalahan mesin YZR-M1, yang membuat Rossi dan Morbideli tidak bisa menyelesaikan balapan di seri MotoGP Spanyol dan MotoGP Andalusia.

Dalam wawancara dengan Speedweek, Direktur olahraga Ducati, Paolo Ciabatti mengatakan, Yamaha membutuhkan persetujuan dari MSMA jika ingin membuka mesin untuk mengganti kecacatan komponen yang diduga rusak.

"Peraturan MSMA menyatakan Anda harus bekerja sebaik mungkin pada saat homologasi 'spesifikasi mesin'. Jika Anda menyegel mesin, Anda harus yakin mesin bisa diandalkan dan kinerjanya benar. Tetapi mesin yang rusak bisa saja terjadi saat diproduksi di suatu tempat dalam rantai pasokan," kata Ciabatti.

"Saya tidak tahu masalah Yamaha. Tetapi aturannya sangat sederhana: jika masalahnya soal keandalan mesin dan jika anggota MSMA dapat ditunjukkan bahwa penggantian atau pembaruan (suku cadang) ini harus diizinkan, maka mereka pasti setuju. Penyebabnya harus dipastikan terkait dengan kinerja dan bukan peningkatan performa mesin," ujarnya lagi.

"Itu sebabnya pabrikan lain ingin memahami dengan jelas seperti apa situasi (Yamaha) saat ini. Itulah yang telah diputuskan. Stabilitas dan keamanan adalah prioritas nomor 1 kami. Jadi kami menunggu (penjelasan Yamaha) saat ini," terang Ciabatti.

Saat ini Yamaha sedang berjaya di tabel klasemen, dengan Quartararo dan Vinales berada di posisi pertama dan kedua. Tentunya Yamaha akan berusaha dengan berbagai cara untuk mempertahankan performa tersebut. Terlebih saat ini Honda sedang 'pincang' karena Marc Marquez bakal absen hingga seri MotoGP Misano (13 September).



Simak Video "Balada Quartararo: Manis-manis Dahulu, Pahit Kemudian"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)