Senin, 15 Jul 2019 18:17 WIB

Seberapa Cepat Mobil Formula E yang Bakal Balapan di Jakarta?

Dina Rayanti - detikOto
Balapan Formula E Foto: Getty Images Balapan Formula E Foto: Getty Images
Jakarta - Mobil-mobil listrik super kencang bertenaga listrik bakal saling membalap di jalanan Jakarta mulai tahun depan. Seperti diketahui Jakarta menjadi tuan rumah ajang balap Formula E mulai tahun 2020. Hal itu diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Instagram pribadi miliknya.

Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah disebut Anies berjalan cukup panjang, hingga akhirnya bisa menyelenggarakan gelar balap Formula E.


"Pembahasan tentang Jakarta cukup panjang. Bukan karena alot, tapi karena sama-sama semangat. Bahkan, tak terasa waktu berjalan cepat: kita berdiskusi dan saling lempar ide hingga lebih dari 3 jam dan baru berhenti karena sudah ada aba-aba bahwa pertandingan akan dimulai. Kita pun lalu bergegas ke lintasan balap," katanya.

[Gambas:Instagram]



Pada dasarnya balapan Formula E mirip dengan adu kencang jet darat Formula 1. Hanya saja mobil yang digunakan ramah lingkungan karena tak mengeluarkan emisi berkat tenaga listrik.

Deretan mobil yang digunakan untuk balapan Formula E pun tak sembarangan. Dalam situs resmi FIA, mobil setidaknya harus memiliki panjang 5.160mm, lebar 1.700mm, tinggi 1.050mm, serta jarak sumbu roda 3.100 mm. Bobot mobil termasuk pebalapnya minimal 900kg dengan berat baterai 385 kg.

Mobil listrik yang berkompetisi di Formula EMobil listrik yang berkompetisi di Formula E Foto: Getty Images


Mobil harus memiliki tenaga maksimal 250 kW atau setara dengan 335 bhp. Mobil bisa melaju hingga kecepatan maksimal 280 km/jam. Akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 2,8 detik saja. Remnya mengusung Brake-by-wire system (BBW).


Saat ini ada 22 mobil, 22 pebalap, dan 11 team yang terlibat dalam ajang balap Formula E musim 2018/2019. Kehadiran balapan Formula E sendiri diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di Jakarta.

"Dari kajian awal atas rencana ini, E-Prix Jakarta berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi di ibu kota senilai 78 juta Euro. Diperkirakan 35 ribu penonton baik internasional dan domestik akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta Euro selama E-Prix berlangsung, baik di industri konsumsi, transportasi maupun akomodasi. Secara tidak langsung akan berdampak di sektor pariwisata kita juga ikut terangkat. Total nilai liputan media tentang Jakarta setara dengan 15 juta Euro," tutur Anies.



Seberapa Cepat Mobil Formula E yang Bakal Balapan di Jakarta?
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed