Senin, 03 Feb 2020 12:58 WIB

Sanksi Tertangkap Tilang Elektronik Motor, Denda Mulai Rp 250.000

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan tilang elektronik atau E-TLE bagi pengendara sepeda motor di Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakpus. Tilang elektronik diberlakukan pada 1 Februari 2020. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ditlantas Polda Metro Jaya mulai menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) untuk sepeda motor. Pemotor yang melanggar lalu lintas akan dipantau kamera CCTV dan siap-siap ditilang.

E-TLE untuk sepeda motor mulai berlaku pada Sabtu (1/2/2020) kemarin. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menyebut, selama dua hari diterapkan E-TLE untuk sepeda motor, ratusan pemotor yang melanggar lalu lintas ditilang. Totalnya ada 341 pelanggar yang tertangkap tilang elektronik.

Yusuf mengatakan pemotor yang ketahuan melanggar rata-rata menerobos jalur busway. Kemudian, ada juga pemotor yang melanggar karena tidak menggunakan helm.

Tak cuma itu, pemotor yang mengendarai sepeda motor sambil bermain ponsel pun akan kena tilang elektronik. Kemudian, mereka yang melanggar marka jalan atau menerobos lampu merah siap-siap dikirim 'surat cinta' dari polisi ke rumah.

Hukumannya cukup berat bagi pelanggar lalu lintas yang tertangkap tilang elektronik. Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelanggar lalu lintas yang tertangkap tilang elektronik terancam hukuman pidana atau denda hingga ratusan ribu rupiah. Apa saja hukumannya?

Bagi pemotor yang tertangkap tilang elektronik karena tidak menggunakan helm SNI, menurut UU No. 22 Tahun 2009 akan terancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. Begitu juga pemotor yang membiarkan penumpangnya tidak menggunakan helm SNI, siap-siap dikenakan ancaman hukuman yang sama.

Jika pemotor tertangkap CCTV sedang masuk jalur busway, ancaman hukumannya juga cukup berat. Sesuai pasal 287 UU No. 22 Tahun 2009, pemotor yang tertangkap tilang E-TLE sedang masuk jalur busway, terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Selanjutnya, pemotor yang melanggar rambu-rambu dan marka jalan, termasuk melanggar garis berhenti (stopline), bakal terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Pemotor yang menerobos lampu merah, sesuai pasal 287 ayat 2 UU No. 22 Tahun 2009, bakal menghadapi hukuman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 juga.

Terakhir, jika pemotor berkendara sambil bermain HP, ancaman hukumannya lebih berat lagi. Sesuai pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi suatu keadaan yang mengganggu konsentrasi, termasuk bermain HP akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Dengan adanya E-TLE, pelanggar nantinya akan dikirimi surat konfirmasi tilang. Jenis-jenis pelanggaran motor yang terekam E-TLE, seperti pelanggaran marka jalan, stop line, tidak menggunakan helm, hingga berkendara sambil memegang handphone.

(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com