AISI: Tudingan Kartel ke Honda-Yamaha Tidak Pas

AISI: Tudingan Kartel ke Honda-Yamaha Tidak Pas

Dina Rayanti - detikOto
Sabtu, 15 Okt 2016 11:24 WIB
AISI: Tudingan Kartel ke Honda-Yamaha Tidak Pas
Gunadi saat dimintai keterangan di sidang KPPU. Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menilai tudingan kartel yang melibatkan dua produsen roda dua di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) tidak tepat.

Alasannya dengan adanya pasang surut pasar menunjukkan industri sepeda motor yang secara kompetitif bersaing.

"Kalau anda lihat pasang surut pangsa pasar merek itu sudah jelas disitu itu menunjukkan bahwa industri sepeda motor sangat kompetitif artinya bersaing secara terbuka dip asar jadi artinya isu itu dilontarkan ke anggota AISI agak kurang pas atau sama sekali tidak pas," ujar Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata, di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunadi menambahkan saat Undang-undang persaingan usaha diterbitkan, ia sudah menyuruh anggotanya untuk mempelajari tentang persaingan usaha.

"Pada waktu KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) diluncurkan kami di dalam rapat menekankan silahkan pelajari UU ini karena kira menjunjung tinggi persaingan yang terbuka. Antara satu merek dan merek lainnya pernah head on, yang satu menang jadi termakan sehingga memang bersaing," ungkap Gunadi.

Ia pun mengatakan tidak ada usaha yang saling berbagi pangsa pasarnya. "Selain itu kita lihat selang beberapa waktu merek kedua yang berusaha kejar ini juga akhirnya pangsa pasar berkurang masa dia mau berbagi pasar jelas tidak mungkin ini menunjukkan persaingan juga ada," tutur Gunadi.

"Masing-masing merek punya cara berhitung sangat rumit dan situasinya berbeda kita umpamakan papan catur ini terbuka tahu lawannya tahu tapi yang jadi kunci bagaimana kita jatuhi lawan," imbuh Gunadi.



(dry/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads