General Motors (GM) resmi menghentikan penjualan mobil baru merek Chevrolet di China. Meski demikian, produksi kendaraan tetap berlanjut untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Disitat dari Carnewschina, Selasa (11/8), keputusan tersebut menandai berakhirnya 21 tahun perjalanan Chevrolet di pasar otomotif China. Padahal, merek asal Amerika Serikat itu pernah mencatat penjualan lebih dari 760 ribu unit dalam setahun dan memiliki lebih dari 7,5 juta pelanggan di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GM China menjelaskan, usaha patungan SAIC-GM tetap akan memproduksi sejumlah produk Chevrolet. Namun, lini produk tersebut kini dianggap lebih sesuai untuk pasar ekspor di luar Amerika Serikat.
"Produk Chevrolet saat ini lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor," kata GM China dalam keterangannya kepada National Business Daily.
Logo Chevrolet Foto: Ari Saputra |
Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan ekspor Chevrolet dari China mencapai 6.930 unit pada paruh pertama 2026. Angka tersebut naik 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fokus ke Pasar Global
Presiden GM China sekaligus Executive Vice President GM Global, John Roth, mengatakan fasilitas SAIC-GM memiliki kemampuan yang kuat dalam bidang teknik, manufaktur dan kualitas.
Kemampuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas ekspor Chevrolet ke berbagai negara. Target pasarnya mencakup Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, hingga kawasan Asia-Pasifik.
GM juga menegaskan langkah ini tidak berarti meninggalkan operasionalnya di China. Perusahaan justru memperpanjang kerja sama dengan SAIC Motor melalui pembaruan perjanjian usaha patungan hingga 2047.
Dalam kerja sama tersebut, GM dan SAIC juga menargetkan peluncuran sedikitnya 30 model kendaraan energi baru (NEV) hingga 2030. Fokus utama elektrifikasi akan diarahkan pada merek Cadillac dan Buick.
Nasib 7,5 Juta Pemilik Chevrolet
Penghentian penjualan mobil baru Chevrolet menimbulkan kekhawatiran mengenai layanan purnajual bagi konsumen yang sudah memiliki mobil.
GM memastikan layanan tersebut tetap berjalan. Jaringan dealer Chevrolet di China akan tetap beroperasi, sementara ketersediaan suku cadang dan layanan perawatan kendaraan tidak akan terganggu.
Pernah Jual 767 Ribu Mobil Setahun
Chevrolet mulai resmi dipasarkan di China pada 2005. Merek tersebut sempat menikmati masa kejayaan dengan penjualan tahunan mencapai sekitar 767 ribu unit/tahun pada 2014. Salah satu model yang menjadi andalan adalah Chevrolet Cruze.
Namun, penjualan Chevrolet kemudian terus merosot. Penurunan mulai terlihat tajam sejak 2018, di tengah persaingan ketat dengan merek lokal China dan semakin cepatnya adopsi kendaraan listrik.
Pada 2025, penjualan tahunan Chevrolet di China bahkan sudah turun menjadi kurang dari 9.000 unit. Kini, Chevrolet tidak lagi menjadikan konsumen China sebagai pasar ritel. Produksi di negara tersebut tetap berjalan, tetapi orientasinya berubah: mobil Chevrolet buatan China akan lebih banyak diarahkan untuk pasar ekspor.












































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan