Sopir LCGC Sering Berulah sampai Nekat Rusak Mobil Lain, Apa Sebabnya?

Sopir LCGC Sering Berulah sampai Nekat Rusak Mobil Lain, Apa Sebabnya?

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 10 Jul 2026 15:06 WIB
Pengemudi Calya ngamuk
Sopir Calya ngamuk gegara tak diberi jalan. Foto: Screenshot Instagram dashcam_owners_indonesia
Jakarta -

Sopir mobil LCGC kerap dikaitkan dengan aksi arogan di jalan. Bahkan terbaru melakukan pengrusakan mobil lain. Apa sebabnya?

Aksi ngamuk-ngamuk sopir Calya di kawasan Sunter viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, insiden itu dipicu sopir Calya yang tidak terima saat tak diberi jalan oleh pengguna jalan lainnya. Berdasarkan keterangan yang ditulis bersamaan dengan unggahan tersebut, pengemudi Calya disebut menyalip dan langsung tancap gas begitu tak diberi jalan. Sesudah itu, mobil tiba-tiba ngerem mendadak dan menuding pengemudi MINI Countryman itu menabrak dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia ngamuk langsung ngebut mendahului saya, rem mendadak depan saya, lalu triak2 bilang saya nabrak dia. Krn saya yakin saya ga nabrak (seperti ada di foto kondisi mobil dia tidak ada penyok atau lecet sedikitpun) Saya ga mau turun dan mobil saya langsung di rusak, spion saya di hancurkan. wiper saya ditekuk sampe stgh patah. Ternyata mobil yang dikendarai juga platnya ditutupi sebagian," demikian keterangan yang tertulis pada unggahan tersebut.

Pelaku kini sudah diamankan Subdit Resmob Ditkreskrimum Polda Metro Jaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pengrusakan tersebut murni karena emosi sesaat di jalan.

ADVERTISEMENT

"Tersangka mengaku kesal karena merasa tidak diberi jalan oleh korban," demikian dikutip dari akun Instagram resmob_pmj.

Rasa kesal itu membuat pelaku merusak mobil MINI Countryman milik korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 521 KUHP UU no.1 tahun 2023 tentang pengrusakan sekaligus terancam pidana 2 tahun 6 bulan penjara.

Ini bukan kali pertama ada pengendara bersikap arogan di jalan, terlebih sampai melakukan pengrusakan. Namun dari beberapa kejadian, seringnya dilakukan oleh pengemudi LCGC atau SUV berbodi bongsor.

Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkap sejatinya perilaku arogan itu memang kerap diasosiasikan dengan jenis mobil tertentu. Tapi itu tak berarti kalau setiap pengemudinya pasti melakukan aksi arogan.

"Ya sebenarnya ada level adab di penggunanya, walaupun nggak semua pengguna LCGC atau big SUV seperti itu ya. Yang pasti pengemudi di sini umumnya sumbu pendek jika punya masalah," tutur Sony.



(dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads