Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper

Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 10 Jul 2026 09:14 WIB
Pengemudi Calya ngamuk
Foto: Screenshot Instagram dashcam_owners_indonesia
Jakarta -

Viral di media sosial pria yang dinarasikan pengemudi Calya ngamuk gegara nggak dikasih jalan. Pria itu merusak kaca spion dan wiper pengemudi lain.

Aksi pria ngamuk-ngamuk menghancurkan kaca spion dan menekuk wiper di Sunter itu viral di jagat media sosial. Dalam video yang diunggah akun dashcam_owners_indonesia itu, dinarasikan mulanya pria yang disebut pengemudi Toyota Calya itu hendak menyalip di tikungan. Namun pengemudi mobil yang diduga Mini Cooper itu tetap berada di jalurnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia ngamuk langsung ngebut mendahului saya, rem mendadak depan saya, lalu triak2 bilang saya nabrak dia. Krn saya yakin saya ga nabrak (seperti ada di foto kondisi mobil dia tidak ada penyok atau lecet sedikitpun) Saya ga mau turun dan mobil saya langsung di rusak, spion saya di hancurkan. wiper saya ditekuk sampe stgh patah," begitu keterangan di caption unggahan tersebut.

ADVERTISEMENT

[Gambas:Instagram]

Pengemudi Calya itu terus berupaya merusak mobil. Setelah cover spion lepas, dia juga berusaha memecahkan kaca samping mobil. Dari foto yang dibagikan, pengemudi Calya itu juga kedapatan menutup pelat nomornya. Hanya terlihat B-2567-P**, dua huruf belakang ditutup.

Belum diketahui dengan pasti kelanjutan dari insiden di atas. Di kolom komentar, sebuah akun yang mengaku korban dari insiden tersebut meminta bantuan untuk mencari pelaku. Yang jelas, perilaku pengemudi arogan pengemudi Calya itu tergolong road rage.

"Perilaku ini (road rage) termasuk penghinaan kasar dan verbal, berteriak, ancaman fisik atau perilaku mengemudi berbahaya yang ditargetkan kepada pengemudi lain, pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya dalam upaya untuk mengintimidasi atau melepaskan kekesalan atau ketidak sukaannya," ungkap Praktisi Road Safety & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) beberapa waktu lalu.

Road rage ini dipicu berbagai hal di antaranya berhubungan dengan jabatan, organisasi, rombongan, dan sebagainya. Kendaraan dengan dimensi besar juga bisa memicu perilaku arogan di jalan. Penyebab dari road rage muncul lahir dari beragam faktor di jalan, utamanya dari kecakapan pengemudi. Yakni, dari tidak mau mengalah dengan kendaraan lain hingga tak mematuhi aturan.

"Kasus-kasus seperti ini banyak mengakibatkan tindak anarkis atau fisik, perusakan namun berakhir dengan tidak berlanjutnya menjadi kasus hukum sama dengan damai dengan pertimbangan restorative justice," ungkap Jusri.



(dry/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads